PONTIANAK POST – Setelah membahas tiga adab pertama dalam seri Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi, pembahasan kali ini berlanjut pada dua adab berikutnya yang juga memiliki kedudukan penting dalam Islam. Keduanya adalah memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam saat berdoa serta memahami tata cara mengangkat tangan ketika memanjatkan doa.
Mengutip penjelasan Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. dalam laman Rumaysho, kedua adab ini merupakan bagian dari tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam yang patut diamalkan agar doa dipanjatkan dengan penuh penghormatan dan sesuai sunnah.
4. Bersalawat Sebelum dan Sesudah Berdoa
Baca Juga: Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi (Bag-1): Mulailah dengan Memperbaiki Adab Berdoa
Membaca salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam bukan hanya dianjurkan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga menjadi salah satu adab penting ketika seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Ulama besar Ibnu Qayyim menjelaskan terdapat tiga tingkatan dalam membaca salawat ketika berdoa.
Pertama, bersalawat setelah memuji Allah Subhanahuwata’ala, kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan doa. Kedua, membaca salawat pada awal, pertengahan, dan akhir doa.Ketiga, membaca salawat pada awal dan akhir doa, sementara seluruh permohonan disampaikan di bagian tengah.
Baca Juga: Jangan Terlewat, Ini Lima Waktu Terbaik Membaca Salawat
Rasulullah Mengajarkan Memuji Allah dan Bersalawat Terlebih Dahulu
Anjuran tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Fudhalah bin 'Ubaid. Suatu ketika Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mendengar seseorang berdoa dalam salat tanpa memuji Allah dan tanpa bersalawat kepada beliau.
Beliau kemudian bersabda orang tersebut tergesa-gesa dalam berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam selanjutnya mengajarkan apabila seseorang hendak berdoa, hendaknya ia memulai dengan memuji Allah Subhanahuwata’ala, menyanjung-Nya, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam. Setelah itu barulah menyampaikan hajat yang diinginkan. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Dawud.
Baca Juga: Rahasia di Balik Perintah Membaca Salawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam
Ibnu Qayyim bahkan mengibaratkan salawat dalam doa seperti kedudukan Surah Al-Fatihah dalam salat. Jika salat diawali dengan bersuci, maka doa sebaiknya dibuka dengan shalawat kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
Doa yang Dibuka dan Ditutup dengan Salawat
Nasihat serupa juga disampaikan oleh ulama salaf, Abu Sulaiman Ad-Darani. Beliau mengatakan bahwa siapa yang ingin menyampaikan hajat kepada Allah Subhanahuwata’ala hendaknya memulai dengan bersalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam. Kemudian menyampaikan permohonannya, lalu menutup kembali doanya dengan salawat.
Baca Juga: Gus Baha Sentil Orang yang Minta Doa Haji Mabrur Tanpa Memahami Rukun Haji
Menurut beliau, salawat kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjadi sebab doa lebih mudah diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala.
Hal ini diperkuat dengan hadis dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah memulai doa dengan memuji Allah Subhanahuwata’ala, kemudian bersalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam sebelum berdoa untuk dirinya sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam kemudian bersabda:
"Mintalah, engkau akan diberi. Mintalah, engkau akan diberi." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Rekomendasi Salawat dari Imam Syafi’i yang Dianjurkan untuk Dibaca di Bulan Syaban
Bahkan, Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata bahwa doa berada di antara langit dan bumi serta tidak akan naik hingga seseorang bersalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam. Riwayat tersebut dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani.
5. Mengangkat Tangan Saat Berdoa Sesuai Sunnah
Selain memperhatikan bacaan doa, Islam juga mengajarkan adab dalam gerakan ketika berdoa, salah satunya mengangkat kedua tangan.
Baca Juga: Simak Doa Rasulullah untuk Orang yang Hendak Pergi Haji Beserta Dalilnya
Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menceritakan tentang seorang musafir yang telah menempuh perjalanan jauh. Rambutnya kusut dan tubuhnya berdebu. Ia mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berdoa, "Wahai Rabbku, wahai Rabbku."
Namun, Rasulullah menjelaskan bahwa makanan, minuman, pakaian, dan sumber penghidupan orang tersebut berasal dari yang haram. Karena itu, bagaimana mungkin doanya dikabulkan.
Hadis ini menunjukkan bahwa mengangkat tangan merupakan salah satu adab ketika berdoa. Akan tetapi, terkabulnya doa juga dipengaruhi oleh kehalalan rezeki yang dimiliki seseorang.
Baca Juga: Indonesia Panjatkan Doa Bersama Lintas Agama untuk Perdamaian di Tengah Konflik Global
Dua Cara Mengangkat Tangan Ketika Berdoa
Mengutip penjelasan Ibnu Rajab Al-Hambali, terdapat dua cara umum mengangkat tangan ketika berdoa.
Cara pertama ialah mengangkat kedua tangan dengan posisi punggung telapak tangan menghadap ke arah kiblat, sedangkan bagian dalam telapak tangan menghadap ke arah wajah. Tata cara ini dicontohkan nabi ketika melaksanakan doa istisqa atau doa meminta hujan.
Cara kedua ialah mengangkat kedua tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke langit, sementara punggung telapak tangan menghadap ke bumi. Cara ini juga diriwayatkan dari sejumlah sahabat, di antaranya Abdullah bin Umar, Abu Hurairah, dan Ibnu Sirin.
Kedua cara tersebut sama-sama memiliki landasan dari riwayat para ulama sehingga dapat diamalkan sesuai dengan kondisi dan tuntunan yang dicontohkan Rasulullah Shallalahu’alaihiwasallam.
Adab Berdoa Tidak Hanya pada Ucapan
Baca Juga: Usai Insiden Helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Warga Gelar Ritual Adat dan Doa Tolak Bala
Adab berdoa bukan hanya berkaitan dengan lafaz yang diucapkan. Cara memulai doa, memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam, mengangkat tangan sesuai sunnah, hingga menjaga kehalalan rezeki merupakan bagian dari kesempurnaan seorang hamba ketika bermunajat kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Pada Bagian 3, Pontianak Post akan mengulas dua catatan terakhir tentang adab berdoa menurut sunnah Nabi, sehingga rangkaian pembahasan mengenai rahasia doa mustajab ini menjadi lebih lengkap dan mudah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina