PONTIANAK POST – Pembahasan mengenai Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi kini memasuki bagian terakhir. Setelah sebelumnya membahas pentingnya tidak berputus asa, menghadirkan hati, memuji Allah Subhanahuwata’ala, membaca shalawat, hingga tata cara mengangkat tangan ketika berdoa, kini saatnya memahami bentuk tawasul. Tawasul yang dimaksud adalah yang dibenarkan dalam syariat serta adab-adab lain penyempurna doa.
Mengutip penjelasan Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. dalam laman Rumaysho, seorang muslim tidak hanya dianjurkan memperbanyak doa, tetapi juga memperhatikan bagaimana doa tersebut dipanjatkan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
6. Bertawasul dengan Cara yang Diajarkan Syariat
Baca Juga: Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi (Bag-1): Mulailah dengan Memperbaiki Adab Berdoa
Tawasul merupakan salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwata’ala ketika berdoa. Dalam Islam, tawasul yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam memiliki landasan yang jelas dan tidak keluar dari tuntunan syariat.
Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan terdapat tiga bentuk tawasul yang dibenarkan.
Bertawasul dengan Nama dan Sifat Allah Subhanahuwata’ala
Baca Juga: Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi (Bag-2) : Jangan Lupakan Salawat dan Adab Berdoa Ini
Seorang muslim dianjurkan memohon kepada Allah dengan menyebut nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang mulia.
Misalnya dengan mengucapkan:"Yaa Rabb, Yaa Hayyu, Yaa Qayyum."
Cara ini menunjukkan pengagungan kepada Allah Subhanahuwata’ala sekaligus pengakuan bahwa hanya Dia yang memiliki kekuasaan untuk mengabulkan setiap doa.
Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar
Bertawasul dengan Amal Saleh
Bentuk tawasul berikutnya ialah menjadikan amal saleh sebagai wasilah dalam berdoa.
Seseorang dapat memohon kepada Allah Subhanahuwata’ala dengan menyebut amal terbaik yang pernah dilakukan semata-mata karena mengharap rida-Nya. Bentuk tawasul seperti ini memiliki dasar dalam hadis tentang tiga orang yang terjebak di dalam gua. Kemudian masing-masing bertawasul dengan amal saleh yang pernah mereka lakukan hingga Allah Subhanahuwata’ala mengangkat kesulitan mereka.
Baca Juga: Menyambut Tahun Baru Hijriah, Ini Amalan yang Dinilai Keliru oleh Ulama
Hal ini menunjukkan amal yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa.
Meminta Didoakan oleh Orang Saleh yang Masih Hidup
Islam juga membolehkan seseorang meminta didoakan oleh orang saleh yang masih hidup.Yang perlu dipahami, permohonan tersebut bukan ditujukan kepada orang tersebut, melainkan meminta agar ia turut mendoakan kepada Allah Subhanahuwata’ala. Pada akhirnya, hanya Allah Subhanahuwata’ala yang mengabulkan setiap doa.
Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa
7. Adab-Adab Lain yang Menyempurnakan Doa
Selain enam catatan yang telah dibahas pada bagian sebelumnya, masih terdapat sejumlah adab lain yang dianjurkan agar doa semakin sempurna.
Di antaranya adalah meyakini sepenuh hati bahwa Allah Subhanahuwata’ala akan mengabulkan doa sesuai dengan hikmah-Nya. Keyakinan tersebut menjadi landasan utama agar seorang muslim tidak mudah berputus asa ketika harapannya belum terwujud.
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Seorang muslim juga dianjurkan memilih waktu-waktu yang utama untuk berdoa, seperti sepertiga malam terakhir, waktu antara azan dan iqamah, ketika berbuka puasa, saat sujud dalam salat, maupun pada hari Jumat sesuai dengan waktu mustajab yang dijelaskan dalam hadis.
Merasa Sangat Membutuhkan Allah Subhanahuwata’ala
Adab berikutnya ialah menghadirkan rasa fakir di hadapan Allah Subhanahuwata’ala. Seorang hamba hendaknya menyadari bahwa dirinya lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Rabb semesta alam.
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Selain itu, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam juga mengajarkan agar menghadap kiblat ketika memungkinkan, berdoa dalam keadaan suci, serta mengangkat kedua tangan sebagai bentuk kerendahan diri di hadapan Allah Subhanahuwata’ala.
Dahului dengan Taubat dan Istigfar
Sebelum menyampaikan permohonan, seorang muslim juga dianjurkan memperbanyak taubat dan istigfar.Salah satu contoh terbaik adalah doa Nabi Yunus 'alaihissalam ketika berada di dalam perut ikan:
"Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin."
Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan
Artinya, "Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa tersebut diawali dengan pengakuan akan kebesaran Allah Subhanahuwata’ala dan pengakuan atas kesalahan diri sendiri sebelum memohon pertolongan-Nya.
Berdoalah dengan Harapan Besar dan Memilih Doa yang Dicontohkan Nabi
Baca Juga: Ini Tujuh Amalan Berpahala Seperti Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Dalam berdoa, seorang muslim hendaknya memadukan rasa berharap akan rahmat Allah Subhanahuwata’ala dengan rasa takut terhadap azab-Nya. Kedua sikap ini menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah.
Selain itu, dianjurkan bertawasul dengan nama dan sifat Allah Subhanahuwata’ala, memperbanyak sedekah sebelum berdoa apabila mampu, serta memilih doa-doa yang terdapat dalam Alquran maupun yang diajarkan langsung Rasulullah. Doa-doa tersebut merupakan pilihan terbaik karena mengandung makna yang lengkap dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Doa Adalah Ibadah yang Membutuhkan Ilmu dan Adab
Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus Amal
Rangkaian tujuh catatan mengenai adab berdoa menunjukkan bahwa doa bukan sekadar menyampaikan keinginan kepada Allah Subhanahuwata’ala. Lebih dari itu, doa merupakan ibadah yang memiliki tuntunan, adab, dan etika sebagaimana diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
Dengan menjaga adab-adab tersebut, seorang muslim tidak hanya berharap doanya dikabulkan, tetapi juga memperoleh pahala karena telah mengikuti sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam dalam bermunajat kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina