PONTIANAK POST – Setiap muslim tentu berharap doa yang dipanjatkannya dikabulkan oleh Allah Subhanahuwata’ala. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang merasa telah lama berdoa, tetapi harapan yang diinginkan belum juga terwujud.
Dalam Islam, doa memang merupakan ibadah yang sangat mulia. Akan tetapi, doa juga memiliki adab dan syarat yang harus diperhatikan. Tanpa memenuhi syarat tersebut, seseorang dapat terhalang dari terkabulnya doa meskipun ia terus memohon kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih melalui laman Almanhaj menjelaskan banyak orang tidak menyadari adanya perbuatan yang justru menjadi penghalang doa. Pada bagian pertama ini, terdapat empat penghalang penting yang patut menjadi bahan muhasabah bagi setiap muslim.
1. Tidak Memurnikan Keikhlasan kepada Allah
Keikhlasan menjadi syarat utama diterimanya seluruh ibadah, termasuk doa. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya." (QS. Ghafir: 14)
Ibnu Katsir menjelaskan setiap ibadah hendaknya dilakukan dengan ikhlas hanya karena Allah Subhanahuwata’ala serta menjauhi segala bentuk kesyirikan.
Baca Juga: Amalkan Doa Ini Sebelum Belajar, Ustaz Adi Hidayat Sebut Membantu Memahami dan Mengingat Ilmu
Dalam riwayat yang dinukil para ulama, Abdullah bin Mas'ud juga menjelaskan Allah tidak menerima doa yang dilakukan karena riya, ingin dipuji manusia, atau sekadar main-main. Sebaliknya, doa yang keluar dari hati yang tulus akan lebih dekat kepada penerimaan Allah Subhanahuwata’ala.
Karena itu, seorang muslim hendaknya memurnikan seluruh bentuk ibadah hanya kepada Allah dan tidak menggantungkan harapan kepada selain-Nya.
2. Berdoa untuk Melakukan Perbuatan Dosa
Baca Juga: Bolehkah Memperbanyak Doa Saat Sujud? Simak Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat
Penghalang berikutnya adalah memohon sesuatu yang mengandung kemaksiatan atau dosa.
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda setiap doa seorang muslim yang tidak berisi permintaan untuk berbuat dosa maupun memutus hubungan kekerabatan akan memperoleh salah satu dari tiga balasan. Allah akan segera mengabulkannya, menyimpannya sebagai pahala di akhirat, atau menggantinya dengan perlindungan dari keburukan yang sepadan.
Para ulama menjelaskan bahwa contoh doa yang mengandung dosa ialah meminta kemudahan melakukan maksiat, memperoleh harta haram, atau mencelakakan orang lain tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Baca Juga: Rahasia Meraih Surga Berawal dari Ridha Allah, Simak Penjelasan dan Doanya
3. Memohon Sesuatu yang Memutus Silaturahmi
Selain tidak boleh berdoa untuk kemaksiatan, seorang muslim juga dilarang memohon sesuatu yang menyebabkan putusnya hubungan kekeluargaan.
Misalnya, meminta agar dijauhkan dari orang tua, saudara, atau kerabat tanpa alasan yang dibenarkan. Islam justru memerintahkan umatnya untuk menjaga silaturahmi karena hubungan keluarga memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahuwata’ala. .
Baca Juga: Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi (Bag-3): Pahami Tawasul dan Adab Berdoa yang Benar
Doa yang bertentangan dengan nilai tersebut menjadi salah satu penyebab terhalangnya pengabulan doa.
4. Makanan, Minuman, dan Penghasilan Berasal dari yang Haram
Penghalang terakhir pada bagian pertama ini adalah tidak menjaga kehalalan rezeki.
Baca Juga: Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi (Bag-1): Mulailah dengan Memperbaiki Adab Berdoa
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam pernah menceritakan tentang seorang musafir yang berdoa dengan penuh harap. Ia mengangkat kedua tangannya sambil memohon kepada Allah. Namun makanan, minuman, pakaian, dan sumber penghasilannya berasal dari sesuatu yang haram.
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam kemudian menegaskan keadaan tersebut menjadi sebab mengapa doanya sulit dikabulkan.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa seorang musafir sejatinya termasuk golongan yang mudah dikabulkan doanya, terlebih jika perjalanan dilakukan untuk tujuan ibadah. Namun keutamaan tersebut dapat terhalang apabila kehidupannya masih dipenuhi harta yang tidak halal.
Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Saat-Saat Doa Paling Mustajab Menurut Ajaran Islam
Pada masa sekarang, sumber harta haram dapat berasal dari riba, suap, perjudian, maupun cara memperoleh penghasilan yang bertentangan dengan syariat.
Muhasabah Sebelum Meminta kepada Allah
Keempat hal tersebut menjadi pengingat bahwa doa bukan hanya soal banyaknya permohonan yang dipanjatkan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas ibadah dan kehidupan seorang muslim.
Baca Juga: Makkah, Tempat Doa-Doa Diijabah
Seorang penyair pernah mengingatkan: "Kita berdoa dan mengira doa telah terangkat, padahal dosa menghadangnya lalu doa itu kembali. Bagaimana doa dapat sampai, sementara dosa menjadi penghalang di jalannya."
Pada bagian kedua, akan dibahas penghalang-penghalang doa lainnya yang luput dari perhatian, padahal memiliki pengaruh besar terhadap terkabulnya doa seorang hamba.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina