Ustaz Syafiq Riza Basalamah Jelaskan Hukum Sesajen dalam Islam, Bisa Masuk Syirik Besar

Silvina • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:21 WIB
Salah satu contoh paket sesajen yang bisa disebut  sebagai syirik besar dalam Islam
Salah satu contoh paket sesajen yang bisa disebut sebagai syirik besar dalam Islam. (DOK JAWA POS) 

 

PONTIANAK POST - Praktik sesajen yang masih ditemukan dalam sebagian tradisi masyarakat menjadi salah satu pembahasan yang sering dikaitkan dengan persoalan akidah dalam Islam.

Ustaz Syafiq Riza Basalamah dalam kajiannya yang dikutip dari kanal YouTube JakartaMengaji menjelaskan mengenai hukum sesajen dalam Islam, termasuk batasan antara tradisi, syirik kecil, hingga syirik besar.

Menurut Ustaz Syafiq, persoalan utama dalam menilai sesajen bukan hanya melihat bentuk benda atau makanan yang diberikan, tetapi kepada siapa pemberian tersebut ditujukan.

Baca Juga: Dari Jimat hingga Sesajen, Ini 12 Kesyirikan yang Masih Dianggap Tradisi

Sesajen untuk Selain Allah Termasuk Syirik Besar

Ustaz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan, apabila seseorang memberikan sesajen sebagai bentuk penghambaan kepada selain Allah Subhanahuwataala, maka perbuatan tersebut termasuk dalam kategori syirik besar.

Ia menerangkan, sesajen bukan hanya sekadar makanan yang diletakkan di suatu tempat, tetapi dapat menjadi persoalan akidah apabila di dalamnya terdapat keyakinan memberikan sesuatu kepada makhluk atau kekuatan selain Allah.

Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus  Amal 

"Kalau sesajen itu termasuk syirik besar ketika jelas-jelas dia menghamba kepada selain Allah," ujar Ustaz Syafiq dalam kajiannya.

Ia mencontohkan, beberapa bentuk sesajen yang dikenal di masyarakat seperti pisang yang dihias dengan bunga mawar merah dan putih, bubur merah putih, hingga tumpeng yang disertai ritual tertentu.

Menurutnya, meskipun terkadang terdapat bacaan seperti Al-Fatihah dalam proses tersebut, yang menjadi perhatian adalah tujuan dari pemberian tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Syirik? Begini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Ajaran Islam

"Kalau tujuannya tetap untuk selain Allah, maka itu sesajen yang memberikan sesuatu untuk selain Allah Subhanahu wa Ta'ala," jelasnya.

Perbedaan Sesajen dan Jimat dalam Pandangan Islam

Dalam kajian tersebut, Ustaz Syafiq juga menjelaskan perbedaan antara sesajen dan penggunaan jimat.

Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa

Menurutnya, jimat sering kali dikaitkan oleh sebagian orang sebagai sebuah sebab atau perantara. Namun, keyakinan tersebut tetap perlu diperhatikan karena dapat menyeret seseorang kepada kesyirikan.

Sementara itu, sesajen memiliki persoalan yang lebih jelas apabila memang diniatkan sebagai persembahan atau bentuk pendekatan diri kepada selain Allah.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak menganggap remeh perkara yang berkaitan dengan tauhid.

Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar

Tujuan Sesajen Menentukan Hukumnya

Ustaz Syafiq menegaskan, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu tujuan dari suatu praktik yang dilakukan.

Apabila seseorang menggunakan makanan atau benda tertentu hanya karena mengikuti kebiasaan tanpa memahami makna di baliknya, maka perlu dilihat kembali keyakinan dan niat orang tersebut.

Baca Juga: Ingin Rezeki Dilapangkan? Ini 6 Amalan yang Bisa Dilakukan Selain Berusaha

Namun, apabila sesajen tersebut diyakini sebagai pemberian kepada penghuni rumah, makhluk tertentu, atau sesuatu selain Allah dengan harapan mendapatkan perlindungan maupun keberkahan, maka hal itu termasuk perkara yang harus dihindari.

"Minimal ditanyakan, sesajen ini untuk siapa?" kata Ustaz Syafiq.

Menurutnya, pertanyaan tersebut penting untuk mengetahui apakah praktik tersebut hanya bagian dari budaya atau sudah masuk dalam ranah keyakinan.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Bagikan Bacaan untuk Orang Sakit, Ijazah Amalan dari Guru di Sudan

Nabi Muhammad Diingatkan Tentang Bahaya Syirik

Dalam kajiannya, Ustaz Syafiq juga mengutip peringatan mengenai bahaya syirik dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam sendiri mendapatkan peringatan dari Allah Subhanhuwata’ala tentang besarnya dosa syirik.

Baca Juga: Rajin Baca Alquran Bisa Mengubah Hidup, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Rahasianya

Padahal, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam adalah manusia yang dijaga dari perbuatan tersebut. Peringatan itu menjadi pelajaran bagi umat Islam agar selalu menjaga kemurnian tauhid.

Ia menyampaikan bahwa apabila seseorang melakukan syirik, maka amal ibadah yang dilakukan dapat menjadi sia-sia apabila tidak segera bertaubat.

Ulama Berperan Memberikan Pemahaman kepada Masyarakat

Baca Juga: Ingin Masuk Surga Bersama Para Nabi? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kunci Meraihnya

Ustaz Syafiq juga mengingatkan agar persoalan seperti sesajen disikapi dengan cara memberikan nasihat dan edukasi.

Menurutnya, masyarakat yang masih menjalankan praktik tersebut perlu diberikan pemahaman secara baik melalui pendekatan ilmu agama.

Ia menyarankan agar masyarakat bertanya kepada ustaz atau ulama yang memahami persoalan tauhid untuk mendapatkan penjelasan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Ciri Orang Bangkrut di Akhirat Meski Rajin Salat dan Puasa

Sebab, menurutnya, menjaga keyakinan kepada Allah Subhanahuwata’ala menjadi hal utama yang harus diperhatikan setiap Muslim.

Wallahua'lam bishawab

Editor : Silvina
sesajen itu syirik hukum sesajen dalam islam ustaz syafiq riza basalamah tradisi sesajen bagaimana islam memandang tradisi sesajen