Begini Islam Mengajarkan Syukur atas Kemerdekaan, Salah Satunya Peduli yang Belum Merdeka

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Salah satu bentuk kepedulian kepada negeri yang belum merdeka in bisa dilakukan untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. (DOK PONTIANAK POST)
Salah satu bentuk kepedulian kepada negeri yang belum merdeka in bisa dilakukan untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. (DOK PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Kemerdekaan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Dalam momentum peringatan Kemerdekaan Indonesia, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui upacara atau perayaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan.

Pandangan tersebut menempatkan kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan secara fisik. Kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk beribadah dengan leluasa, menuntut ilmu, berkarya, menjaga persatuan, serta membangun masa depan.

Menurut Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc, dalam artikel Rumaysho.com, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan umat Islam untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan.

Baca Juga: Indonesia Telah Merdeka, Tapi Kabar Proklamasi Baru Tiba di Pontianak Sebulan Kemudian, Ini Kisah Bersejarahnya

1. Menegakkan Tauhid dan Ibadah

Bentuk syukur atas kemerdekaan dapat dimulai dengan menegakkan tauhid dan ibadah. Kemerdekaan sejati dipandang sebagai keadaan ketika hati terbebas dari penghambaan kepada selain Allah.

Kemerdekaan juga tidak semestinya digunakan untuk bermaksiat. Sebaliknya, kebebasan yang dimiliki menjadi kesempatan untuk menjalankan ketaatan dengan lebih leluasa.

Baca Juga: Mengenal Husein Mutahar, Habib Pencipta Lagu Hari Merdeka, Pendiri Paskibra dan Ajudan Presiden

2. Bertaubat dan Meninggalkan Maksiat

Nikmat kemerdekaan juga dapat disyukuri dengan meninggalkan maksiat dan memperbaiki diri.

Taubat yang tulus, sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, mencakup berhenti dari dosa, menyesali perbuatan, bertekad tidak mengulanginya, serta menyelesaikan atau mengembalikan hak orang lain apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama.

Baca Juga: Pencipta Lagu Hari Merdeka Husein Mutahar, Ternyata Pernah Selamatkan Sang Saka Merah Putih

3. Menjalankan Syariat Islam dengan Benar

Kemerdekaan memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan tuntunan agama. Salat, menutup aurat, mendidik anak dengan nilai Islam, serta berdakwah disebut sebagai bentuk kehidupan beragama yang dapat dilakukan dengan leluasa.

Karena itu, kemerdekaan dapat diisi dengan menjalankan syariat dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Baca Juga: Hari Merdeka hingga Hymne Pramuka, Ini Lagu-Lagu Nasional Karya Husein Mutahar yang Melegenda

4. Taat kepada Pemimpin dalam Perkara Makruf

Menjaga stabilitas negeri juga menjadi bagian dari pembahasan tentang mensyukuri kemerdekaan.

Dalam pandangan yang disampaikan artikel tersebut, ketaatan kepada pemimpin berlaku selama tidak diperintahkan melakukan kemaksiatan. Kehadiran pemerintahan yang sah dinilai penting untuk menjaga keamanan dan kemaslahatan masyarakat.

Baca Juga: Tan Malaka, Pahlawan Kemerdekaan yang Meninggal Tragis Setelah Indonesia Merdeka

5. Mendoakan Pemimpin

Selain menaati pemimpin dalam perkara yang makruf, umat juga dianjurkan mendoakan pemimpin agar mendapatkan hidayah dan mampu menjalankan kepemimpinan dengan amanah.

Doa untuk pemimpin disebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pemimpin, tetapi juga diharapkan membawa kebaikan bagi rakyat dan negara.

Baca Juga: S.K. Trimurti, Wartawati Pejuang yang Berani Melawan Kolonial Belanda Lewat Tulisan

6. Peduli kepada Negeri yang Belum Merdeka

Mensyukuri kemerdekaan tidak berarti hanya menikmati keamanan dan kebebasan sendiri. Artikel tersebut juga menekankan pentingnya empati terhadap mereka yang belum merasakan kondisi serupa.

Kepedulian kepada masyarakat yang kehilangan rumah, keluarga, dan masa depan dipandang sebagai bentuk kepedulian sosial dan ukhuwah. Negeri yang belum merdeka diantaranya Palestina. 

Baca Juga: Frans Kaisiepo, Pahlawan Papua di Uang Rp10.000 yang Perjuangannya Jarang Diketahui

Menurut Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc  membela Palestina adalah bagian dari iman, syukur atas kemerdekaan, dan tanggung jawab bersama umat Islam

7. Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Karya

Kemerdekaan juga dapat diisi dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Baca Juga: Sejarah Panjat Pinang HUT RI, Ternyata Berawal dari Pribumi yang Dijadikan Tontonan Penjajah

Ilmu dan karya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi diarahkan menjadi kontribusi bagi bangsa dan umat. Dengan demikian, kebebasan berkarya dapat menjadi bentuk syukur yang nyata.

8. Menjaga Persatuan Bangsa

Persatuan menjadi salah satu nikmat besar setelah kemerdekaan. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak merusaknya dengan fanatisme golongan, kebencian, politik, ataupun kepentingan pribadi.

Baca Juga: Kisah B.M. Diah, Wartawan yang  Sebarkan Berita Kemerdekaan di Tengah Tekanan Jepang

Menjaga ukhuwah dan persatuan menjadi bagian penting dari rasa syukur atas kemerdekaan.

9. Menjaga Akhlak dan Moral

Kemerdekaan secara politik dinilai belum cukup untuk membangun masyarakat yang baik. Kemerdekaan juga perlu ditopang akhlak dan nilai moral.

Baca Juga: Mengenang Bardan Nadi Sutrisno, Pejuang Kalbar yang Disebut sebagai Orang Indonesia Pertama Dieksekusi Mati oleh Belanda

Dengan akhlak yang kokoh, kemerdekaan diharapkan membawa kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

10. Mengisi Hari Kemerdekaan dengan Kegiatan Bermanfaat

Peringatan kemerdekaan dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang memperkuat kebersamaan, menambah ilmu, dan memberikan manfaat sosial.

Baca Juga: Tugu Digulis Simpan Kisah Perjuangan 11 Tokoh Kalbar, Banyak Di Antaranya Berasal dari Ngabang

Artikel tersebut juga mengingatkan agar perlombaan kemerdekaan tidak melibatkan taruhan uang atau barang berharga yang membuat pihak yang kalah kehilangan hartanya. Kegiatan semacam itu disebut sebagai bentuk perjudian yang diharamkan.

Sebaliknya, momentum kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang memperkuat kebersamaan, menambah ilmu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Baca Juga: Tugu Digulis Pontianak Berusia Puluhan Tahun, Begini Perjalanan Pembangunan hingga Renovasinya

Kesepuluh langkah tersebut memperlihatkan bahwa rasa syukur atas kemerdekaan tidak berhenti pada ucapan maupun seremoni tahunan.

Kemerdekaan dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat ibadah, memperbaiki diri, menjaga persatuan, membangun akhlak, mengembangkan ilmu dan karya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam momentum Kemerdekaan Indonesia, cara tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati hari ini juga membawa tanggung jawab untuk mengisinya dengan hal-hal yang bernilai dan bermanfaat.

Editor : Silvina
kemerdekaan dalam Islam nikmat kemerdekaan ibadah persatuan mensyukuri kemerdekaan