PONTIANAK POST – Kekeringan membuat air menjadi kebutuhan yang semakin berharga. Dalam kondisi seperti ini, ajaran Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam tentang penggunaan air saat beribadah kembali relevan untuk direnungkan.
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengajarkan umat Islam agar tidak berlebihan menggunakan air, termasuk ketika berwudhu.
Dikutip dari Tebuireng Online, sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah dan Ahmad dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA menceritakan ketika Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melewati Sa’ad yang sedang berwudhu.
Baca Juga: Jangan Keliru, Perhatikan Urutan dan Adab Wudhu Agar Salat Lebih Sempurna.
Rasulullah kemudian bertanya mengapa Sa’ad menggunakan air secara berlebihan.Sa’ad balik bertanya apakah dalam berwudhu juga terdapat sikap berlebihan.
Rasulullah menjawab bahwa berlebihan dalam menggunakan air tetap tidak dibenarkan. bahkan ketika seseorang sedang berwudhu di sungai yang mengalir deras.
Berwudhu untuk Ibadah, Tetap Tidak Boleh Boros
Baca Juga: Wudhu Bisa Batal Tanpa Disadari, Kenali Lima Penyebabnya Menurut Mazhab Syafi’i
Dalam penjelasan yang dikutip Tebuireng Online, konteks hadis tersebut berkaitan dengan penggunaan air untuk berwudhu lebih dari tiga kali basuhan.
Tujuan menggunakan air tersebut memang untuk beribadah. Namun, ketika penggunaannya melampaui batas yang dianjurkan, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam tetap mengingatkan agar tidak berlebihan.
Tokoh hadis muda Tebuireng, Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, menilai hadis tersebut menunjukkan pentingnya menghemat air.
Baca Juga: Bolehkah Mengobrol Saat Wudhu? Ini Hukum dan Adabnya Menurut Ulama Fiqih
“Betapa Rasulullah mengajarkan kepada umatnya menghemat air itu sangat penting, sekalipun tengah berada di kali,” demikian penjelasannya sebagaimana dikutip sumber tersebut.
Pesan itu menjadi semakin relevan ketika masyarakat menghadapi wilayah yang mengalami kesulitan air.
Islam Mengajarkan Tidak Berlebih-lebihan
Baca Juga: Wudhu dan Salat Orang Sakit, Ini Tata Caranya Sesuai Sunnah
Anjuran untuk tidak boros juga tidak hanya berlaku terhadap penggunaan air. Dalam Alquran, Allah Subhanahuwata’ala mengingatkan manusia agar tidak berlebih-lebihan. Hal tersebut terdapat dalam QS. Al-A'raf ayat 31.
Ayat tersebut memerintahkan manusia mengenakan pakaian yang baik ketika memasuki masjid, makan dan minum. Tetapi tidak berlebihan karena Allah Subhanahuwata’ala tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari maupun keperluan ibadah.
Baca Juga: Ustaz Das'ad Latif Sebut Istri Durhaka Termasuk Golongan yang Amal Ibadahnya Tidak Diterima
Hemat Air Menjadi Sikap yang Dianjurkan
Syaikh Ibn Utsaimin dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin juga menjelaskan penggunaan air secara berlebihan ketika berwudhu atau mandi termasuk perilaku musrifin, yakni orang-orang yang berlebihan.
Dengan demikian, penggunaan air untuk beribadah tetap perlu memperhatikan batas kewajaran. Berwudhu merupakan bagian penting dalam persiapan ibadah. Namun, kesempurnaan wudhu tidak ditentukan dengan menghabiskan air sebanyak-banyaknya.
Baca Juga: Ini Tujuh Amalan Berpahala Seperti Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Pesan Rasulullah justru mengajarkan keseimbangan: memenuhi kebutuhan ibadah tanpa membuang sumber daya secara sia-sia.
Di tengah kondisi kekeringan, tuntunan tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa air bukan sesuatu yang layak disia-siakan.
Editor : Silvina