Memahami Salat Istisqa, Ibadah Memohon Hujan Saat Kemarau Panjang

Silvina • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan dan rahmat Allah saat kemarau panjang. (DOK PONTIANAK POST)
Salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan dan rahmat Allah saat kemarau panjang. (DOK PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST — Hujan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kehidupan. Ketika kemarau panjang melanda dan persediaan air mulai berkurang, umat Islam memiliki salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, yakni salat istisqa.

Salat istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah Subhanahuwata’ala  agar menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan.

Ibadah ini bukan sekadar permohonan agar hujan segera turun. Di dalamnya terdapat pesan agar manusia menyadari keterbatasan diri, memperbanyak istighfar, berdoa, serta kembali mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Baca Juga: Tak Sempat Salat Tahajud Karena Ketiduran atau Sakit? Begini Cara Mengqadhanya Sesuai Hadis

Apa Itu Salat Istisqa?

Dilansir dari laman NU Jatim, secara sederhana, salat istisqa adalah salat yang dilakukan untuk meminta hujan kepada Allah Subhanahuwata’ala ketika masyarakat mengalami kekeringan atau membutuhkan air.

Istisqa sendiri berkaitan dengan permohonan untuk mendapatkan air atau hujan. Karena itu, pelaksanaan ibadah ini erat kaitannya dengan kondisi ketika hujan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan.

Baca Juga: Kapan Waktu Salat Tahajud Dimulai? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Sunnah

Dalam keadaan kemarau berkepanjangan, kekeringan tidak hanya berdampak pada manusia. Persediaan air untuk pertanian dapat berkurang, tanaman terancam, dan berbagai aktivitas masyarakat ikut terganggu.

Salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah di tengah kondisi tersebut.

Bukan Sekadar Meminta Hujan

Baca Juga: Berapa Jumlah Salat Sunnah Rawatib yang Dianjurkan? Simak Penjelasannya Berdasarkan Hadis

Ada makna yang lebih dalam di balik salat istisqa. Ibadah ini menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengendalikan alam.

Manusia dapat membuat waduk, sumur, saluran irigasi, dan berbagai teknologi untuk mengelola air. Namun, turunnya hujan tetap berada dalam kehendak Allah Subhanahuwata’ala.

Karena itu, ketika kekeringan terjadi, ikhtiar lahiriah dapat berjalan bersamaan dengan ikhtiar spiritual melalui doa dan ibadah.

Baca Juga: Berbaring Setelah Salat Dua Rakaat Sebelum Subuh, Sunnah atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Salat istisqa menjadi salah satu cara umat Islam mengungkapkan ketergantungan kepada Allah sekaligus memohon agar diberikan jalan keluar dari kesulitan.

Kemarau Menjadi Momentum untuk Introspeksi

Pelaksanaan salat istisqa juga berkaitan dengan ajakan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah.

Baca Juga: Tak Sempat Salat Dua Rakaat Sebelum Subuh? Begini Cara Mengqadhanya Sesuai Sunnah

Permohonan hujan tidak hanya disampaikan dengan doa, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi. Manusia diajak menyadari kesalahan, meninggalkan perbuatan maksiat, dan memperbaiki hubungan dengan Allah Subhanahuwata’ala.

Dengan demikian, salat istisqa tidak berhenti pada harapan turunnya hujan. Ada pesan moral agar manusia memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Mengharap Hujan yang Membawa Manfaat

Baca Juga: Bacaan Salat Sunnah Sebelum Subuh Sesuai Sunnah, Ini Surat yang Dicontohkan Rasulullah

Hujan yang diharapkan melalui salat istisqa bukan sekadar air yang turun dari langit. Umat Islam memohon agar hujan tersebut membawa manfaat dan tidak menimbulkan mudarat.

Air hujan dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari memenuhi kebutuhan manusia hingga menghidupkan lahan pertanian dan menjaga keberlangsungan ekosistem.

Karena itu, doa dalam shalat istisqa pada dasarnya merupakan permohonan agar Allah memberikan hujan yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi kehidupan.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Salat Sunnah Sebelum Subuh, Rasulullah Selalu Menjaganya Meski Sedang Bepergian

Mengapa Salat Istisqa Dilakukan Berjemaah?

Shalat istisqa dapat menjadi ibadah yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Ketika suatu wilayah mengalami kekeringan, berkumpulnya masyarakat untuk berdoa menjadi bentuk kebersamaan dalam memohon pertolongan Allah.

Momentum tersebut juga mengingatkan masyarakat bahwa persoalan air bukan hanya persoalan individu. Kekeringan dapat berdampak kepada banyak orang dalam satu wilayah.

Baca Juga: Hukum Salat di Masjid bagi Laki-Laki, Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama

Dengan berdoa bersama, masyarakat sama-sama memohon agar Allah Suhanahuawa’ala  memberikan rahmat berupa hujan yang mencukupi kebutuhan mereka.

Istighfar dan Doa Menjadi Bagian Penting

Dalam pelaksanaan shalat istisqa, istighfar dan doa mendapatkan perhatian penting. Keduanya menjadi bentuk pengakuan manusia atas keterbatasannya sekaligus permohonan agar Allah memberikan pertolongan.

Baca Juga: Hukum Sutrah atau Pembatas Salat, Wajib atau Sunnah? Simak Penjelasannya

Memperbanyak istighfar juga mengandung pesan agar manusia tidak hanya meminta sesuatu kepada Allah, tetapi terlebih dahulu berusaha memperbaiki diri.

Dengan begitu, salat istisqa dapat menjadi momentum spiritual untuk kembali mengingat Allah, memohon ampun, dan berharap datangnya rahmat-Nya.

Wallahua'lam bishawab  

Teks foto: Salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan dan rahmat Allah saat kemarau panjang.

 

Editor : Silvina
pengertian shalat istisqa doa meminta hujan shalat istisqa Istighfar kemarau panjang