Ustaz Das’ad Latif: Boleh Koreksi Pemimpin, Tapi Kritik Harus Tetap Beradab

Silvina • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:02 WIB
Ustaz Das’ad Latif menjelaskan pentingnya mengoreksi pemimpin dengan kritik yang konstruktif, santun, dan tetap menjaga adab.
Ustaz Das’ad Latif menjelaskan pentingnya mengoreksi pemimpin dengan kritik yang konstruktif, santun, dan tetap menjaga adab.

 

PONTIANAK POST - Bolehkah seorang warga mengoreksi atau mengkritik pemimpin ketika dinilai melakukan kesalahan? Ustaz Das’ad Latif menegaskan, kritik terhadap pemimpin diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar, santun, dan konstruktif.

Menurut Ustaz Das’ad Latif, seseorang tidak harus selalu menerima setiap tindakan pemimpin tanpa memberikan koreksi. Namun, kritik tidak boleh berubah menjadi tindakan yang merendahkan, menghina, atau menyerang pribadi orang yang dikritik.

Mengoreksi Pemimpin Tidak Berarti Merendahkan

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Ciri Orang Bangkrut di Akhirat Meski Rajin Salat dan Puasa

Ia kemudian menggunakan analogi salat berjamaah untuk menjelaskan bagaimana seorang pemimpin seharusnya dikoreksi ketika melakukan kesalahan.

Dalam salat berjamaah, makmum wajib mengikuti imam. Ketika imam rukuk, makmum ikut rukuk. Begitu pula ketika imam melakukan gerakan lainnya, makmum mengikutinya sesuai aturan salat.

Namun, apabila imam melakukan kesalahan, bukan berarti makmum boleh bertindak kasar. Ada cara tertentu untuk mengingatkan imam agar kembali pada gerakan yang benar.

Baca Juga: Ingin Masuk Surga Bersama Para Nabi? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kunci Meraihnya

Ustaz Das’ad Latif menjelaskan, makmum tidak boleh menendang, mendorong, atau memaki imam ketika terjadi kesalahan. Koreksi tetap disampaikan melalui cara yang telah diajarkan, yakni dengan mengucapkan “Subhanallah”.

Kritik Harus Bersifat Konstruktif

Menurut dia, gambaran tersebut dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk ketika seseorang berhadapan dengan pemimpin.

Baca Juga: Kiat Mendidik Anak di Zaman Sulit, Simak Pesan Ustaz Abdul Somad kepada Para Orang Tua

Kritik seharusnya menjadi sarana untuk memperbaiki kesalahan, bukan sekadar melampiaskan kemarahan. Karena itu, orang yang mengkritik perlu menjaga ucapan agar pesan yang disampaikan tetap memiliki tujuan memperbaiki keadaan.

Dalam tayangan YouTube Shorts niatingsunngaji pada 19 Juli 2026, Ustaz Das’ad Latif juga menekankan bahwa kritik membutuhkan kepekaan, baik dari pihak yang menyampaikan maupun pihak yang menerima kritik.

Ia menggambarkan kondisi ketika imam terus melakukan kesalahan dalam salat. Makmum dapat memberikan tanda dengan mengucapkan “Subhanallah” agar imam menyadari adanya kekeliruan.

Baca Juga: Rajin Baca Alquran Bisa Mengubah Hidup, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Rahasianya

Jika koreksi tersebut belum dipahami, makmum tetap memiliki batasan dalam menyampaikannya. Artinya, koreksi tidak dilakukan dengan emosi, apalagi menggunakan tindakan yang dapat mempermalukan orang yang sedang dikoreksi.

Pengkritik dan Pemimpin Sama-Sama Harus Peka

Pesan utama yang disampaikan Ustaz Das’ad Latif adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara keberanian mengkritik dan kesediaan menerima kritik.

Baca Juga: Ustaz Syafiq Riza Basalamah Jelaskan Hukum Sesajen dalam Islam, Bisa Masuk Syirik Besar

Seorang pemimpin tidak semestinya alergi terhadap koreksi. Sebaliknya, masyarakat yang memberikan kritik juga harus memahami bahwa menyampaikan pendapat memiliki adab dan tanggung jawab.

Kritik yang baik, menurut pesan tersebut, bukan kritik yang bertujuan menjatuhkan. Kritik seharusnya membantu menunjukkan kesalahan sekaligus menawarkan arah perbaikan.

Dengan demikian, hubungan antara pemimpin dan masyarakat tidak hanya dibangun berdasarkan kepatuhan, tetapi juga komunikasi yang sehat. Pemimpin perlu memiliki kepekaan terhadap kritik, sementara pengkritik harus menjaga cara penyampaiannya.

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Foto Profil Media Sosial Bisa Menjadi Media Sihir, Ini Penjelasannya

Ustaz Das’ad Latif mengingatkan bahwa mengoreksi pemimpin merupakan sesuatu yang diperbolehkan. Namun, keberanian menyampaikan kritik harus berjalan bersama adab, kesantunan, dan sikap konstruktif agar kritik benar-benar menjadi jalan menuju perbaikan.

Wallahua'lam bishawab  

Editor : Silvina
Ustaz Das’ad Latif kritik pemimpin koreksi pemimpin kritik konstruktif adab mengkritik