PONTIANAK POST – Lisan menjadi salah satu bagian tubuh manusia yang harus dijaga karena ucapan dapat membawa seseorang kepada kebaikan maupun dosa.
Ustaz Syafiq Riza Basalamah, M.A., mengingatkan pentingnya menjaga lisan dalam sebuah kajian yang dibagikan melalui video pendek pada 19 Agustus 2026. Pesan tersebut menekankan bahwa ucapan seseorang dapat memengaruhi perilaku dan keselamatan dirinya.
Video itu dibagikan oleh KunciKebaikanTV mengangkat penjelasan tentang hubungan lisan dengan seluruh anggota tubuh manusia.
Baca Juga: Ingin Masuk Surga Bersama Para Nabi? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kunci Meraihnya
Setiap Pagi Lisan Seolah Diingatkan
Dalam penjelasannya, Ustaz Syafiq menyampaikan gambaran bahwa setiap pagi seluruh anggota tubuh manusia seolah-olah meminta kepada lisan agar bertakwa kepada Allah Subhanahuwata'ala.
Mata, telinga, tangan, kaki, hingga anggota tubuh lainnya disebut seakan menyerahkan urusan mereka kepada lisan. Sebab, apabila lisan salah dalam berbicara, dampaknya dapat berujung pada perbuatan yang dilakukan anggota tubuh lainnya.
Baca Juga: Rajin Baca Alquran Bisa Mengubah Hidup, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Rahasianya
Pesan tersebut menggambarkan posisi lisan yang berada di bagian depan dalam mengarahkan seseorang. Ketika lisan istiqamah dalam kebaikan, perilaku seseorang diharapkan ikut berada di jalan yang sama.
Lisan Bengkok, Perilaku Bisa Ikut Menyimpang
Sebaliknya, ketika lisan mulai menyimpang, seseorang dapat semakin mudah terbiasa dengan perkataan buruk. Kebiasaan tersebut kemudian berpotensi memengaruhi hati dan perilakunya.
Baca Juga: Ustaz Syafiq Riza Basalamah Jelaskan Hukum Sesajen dalam Islam, Bisa Masuk Syirik Besar
Ustaz Syafiq mengingatkan bahwa lisan yang tidak dijaga dapat menjadi salah satu pintu menuju kebinasaan. Perkataan yang keluar dari mulut bukan sekadar suara, tetapi dapat menjadi awal dari sebuah tindakan.
Karena itu, menjaga lisan tidak hanya berkaitan dengan etika berbicara kepada orang lain. Dalam pesan keagamaan tersebut, menjaga ucapan juga menjadi bagian dari usaha menjaga keselamatan diri.
Nabi Menunjukkan Pentingnya Menjaga Lisan
Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Foto Profil Media Sosial Bisa Menjadi Media Sihir, Ini Penjelasannya
Ustaz Syafiq kemudian mengaitkan penjelasannya dengan kisah Muadz bin Jabal yang bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam mengenai amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga dan menjauhkannya dari neraka.
Pada bagian akhir nasihat tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam disebut memegang lisannya. Hal ini menjadi penekanan mengenai betapa pentingnya menjaga ucapan dalam kehidupan seorang Muslim.
Lisan dapat digunakan untuk berkata benar, berdzikir, memberikan nasihat, serta menyampaikan sesuatu yang bermanfaat. Namun, lisan juga dapat digunakan untuk kebohongan, fitnah, penghinaan, atau perkataan yang menyakiti orang lain.
Baca Juga: Saat Hidup Terasa Berat, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Cara Curhat yang Dianjurkan Alquran
Biasakan Berucap Baik atau Diam
Pesan yang kemudian ditekankan adalah agar seorang Muslim membiasakan diri mengucapkan perkataan yang baik atau memilih diam.
Prinsip tersebut tidak berarti seseorang harus berhenti berbicara, melainkan mempertimbangkan terlebih dahulu manfaat dari perkataan yang akan disampaikan.
Baca Juga: Empat Amalan Sederhana Muslimah untuk Masuk Surga, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Di tengah penggunaan media sosial, pesan menjaga lisan juga semakin relevan. Ucapan tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga melalui komentar, unggahan, pesan, dan berbagai bentuk komunikasi digital.
Karena itu, sebelum mengeluarkan sebuah perkataan, seseorang perlu mempertimbangkan dampaknya. Ucapan yang terlihat sederhana dapat menyakiti orang lain atau berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pada akhirnya, menjaga lisan merupakan kebiasaan yang dapat dimulai dari hal sederhana, yakni memilih perkataan yang baik dan menghindari ucapan yang tidak bermanfaat.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Keutamaan Istighfar, Bisa Jadi Sebab Turunnya Hujan
Pesan Ustaz Syafiq tersebut menjadi pengingat bahwa lisan memiliki peran besar dalam kehidupan manusia. Ketika lisan dijaga, seseorang berusaha menjaga perilaku dan hatinya. Sebaliknya, ketika lisan dibiarkan tanpa kendali, ucapan dapat menjadi pintu menuju berbagai kesalahan.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina