PONTIANAK POST – Kisah tentang kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam sering kali menghadirkan cerita yang menggugah hati. Salah satunya kisah seorang wanita yang disebut rela menghadapi kobaran api demi membuktikan cintanya kepada Nabi.
Berawal dari Pertanyaan tentang Cinta kepada Nabi
Kisah tersebut bermula ketika seorang wanita berjalan menuju majelis Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam. Dalam perjalanan, seorang pemuda menghentikannya dan mengajukan pertanyaan tentang kecintaannya kepada Nabi.
Baca Juga: Lagi Galau? Ini 5 Cara Healing Ala Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wassalam untuk Menenangkan Hati
Pemuda itu bertanya apakah wanita tersebut benar-benar mencintai Nabi. Tanpa ragu, wanita itu menjawab bahwa dirinya sangat mencintai Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.
Cinta kepada Nabi Diuji dengan Permintaan
Pemuda tersebut kemudian menantang wanita itu untuk membuktikan cintanya. Ia meminta wanita tersebut membuka cadarnya agar dapat melihat wajahnya.
Demi membuktikan kecintaannya kepada Nabi, wanita itu akhirnya membuka cadarnya. Namun, kejadian tersebut ternyata dilihat oleh suaminya dari kejauhan tanpa sepengetahuan sang istri.
Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi: Dari Fatimiyah yang Disebut Berafiliasi dengan Syiah hingga Tradisi Nusantara
Sang Suami Terbakar Cemburu
Setelah sampai di rumah, wanita tersebut menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang suami dengan jujur. Mendengar pengakuan tersebut, sang suami diliputi rasa cemburu.
Meski demikian, sang suami juga ingin menguji kejujuran dan kesungguhan istrinya. Ia kemudian menyiapkan sebuah tanuur, atau tungku api, hingga kondisinya membara dan sangat panas.
Baca Juga: Rahasia di Balik Perintah Membaca Salawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam
Sumpah Membawa Nama Nabi
Setelah tungku tersebut panas, sang suami berkata kepada istrinya, “Demi hak Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, masuklah engkau ke dalam tungku ini.”
Karena sumpah tersebut membawa nama Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam, sang istri disebut tidak ragu. Ia kemudian melompat ke dalam kobaran api untuk membuktikan kecintaannya kepada Nabi.
Suami Panik Melihat Istrinya Masuk Api
Baca Juga: Sejarah Kelam Jazirah Arab Sebelum Dakwah Nabi Muhammad Menyebar
Melihat istrinya masuk ke dalam tungku yang menyala, sang suami langsung panik. Ia juga diliputi penyesalan setelah menyadari apa yang telah dilakukan.
Pria tersebut kemudian bergegas menemui Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam untuk menceritakan seluruh kejadian yang telah berlangsung.
Istri Ditemukan Selamat Tanpa Luka
Mendengar cerita tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam kemudian memerintahkan pria itu untuk kembali ke rumah. Ia diminta membuka penutup tungku api tersebut.
Baca Juga: Dinasti Fatimiyah dan Syiah : Siapa Kelompok Ini dalam Sejarah Islam?
Pria itu segera pulang dan membuka penutup tungku. Dalam kisah tersebut, ia disebut menemukan istrinya dalam keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Tubuh wanita itu bahkan disebut basah oleh keringat, seperti orang yang baru keluar dari hammam atau pemandian air hangat.
Kisah tentang Keteguhan Cinta
Kisah tersebut menggambarkan keteguhan seorang wanita dalam menunjukkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam. Kejujuran sang istri kepada suaminya juga menjadi bagian penting dalam rangkaian cerita tersebut.
Baca Juga: Kisah Ulama Salaf Menjaga Ibadah Setelah Ramadan, Teladan Istiqamah Sepanjang Tahun
Kisah cinta kepada Nabi ini dinukil dari Kitab Uqudul Lijain halaman 22, sebagaimana disampaikan Kepala KUA Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah, Burhanuddin S.Sos. I. Cerita tersebut dapat menjadi bahan renungan mengenai bagaimana kecintaan kepada Nabi ditempatkan sebagai bagian dari keyakinan dan keteladanan.
Kisah ini menempatkan cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam sebagai tema utama. Tentunya dengan rangkaian peristiwa yang menggambarkan kejujuran, keteguhan hati, dan kesungguhan seseorang dalam menyatakan kecintaannya kepada Rasulullah.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina