Benarkah Peringatan Maulid Nabi Termasuk Bidah, Begini Penjelasan Ustaz Zakir Naik   

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Ustaz Zakir Naik menjelaskan pandangannya mengenai Maulid Nabi dan praktik ibadah yang tidak dicontohkan Rasulullah.
Ustaz Zakir Naik menjelaskan pandangannya mengenai Maulid Nabi dan praktik ibadah yang tidak dicontohkan Rasulullah.

 

PONTIANAK POST – Ustaz Dr. Zakir Abdul Karim Naik menjelaskan pandangannya mengenai perayaan Maulid Nabi serta batasan inovasi dalam urusan agama. Dalam penjelasannya, pendakwah yang biasa disapa Ustaz Zakir Naik ini menegaskan anggapan segala sesuatu yang tidak dilakukan Rasulullah otomatis haram merupakan pemahaman yang keliru.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam video yang diunggah akun YouTube smovie5643 pada 19 November 2016.

Ia memberikan contoh mengenai penggunaan kemeja. Menurutnya, Rasulullah tidak menggunakan kemeja, tetapi hal tersebut tidak berarti penggunaan kemeja menjadi haram.

Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi: Dari Fatimiyah yang Disebut Berafiliasi dengan Syiah hingga Tradisi Nusantara

Bedakan Larangan dan Bidah

Ustaz Zakir Naik kemudian membedakan antara sesuatu yang secara tegas dilarang Allah dan Rasul-Nya dengan praktik baru yang dimasukkan ke dalam urusan agama.

Menurut penjelasannya, sesuatu yang telah dilarang Allah dan Rasul-Nya kemudian dilakukan merupakan hal yang haram.

Baca Juga: Bukan Hanya Dinasti Fatimiyah, UAS Bahas Sosok Al-Malik Muzaffar dalam Sejarah Maulid Nabi

Sementara itu, jika seseorang mengamalkan sesuatu dalam agama yang tidak diperintahkan Allah, tidak dianjurkan Nabi, serta tidak dijelaskan dalam Alqurann dan hadis sahih, hal tersebut disebut sebagai bidah.

Ia menjelaskan bidah sebagai inovasi dalam agama. Salah satu contoh yang diberikan adalah penambahan sesuatu dalam azan dan ikamah yang tidak dicontohkan Rasulullah.

Rujukan Utama Alquran dan Hadis Sahih

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Makna Maulid Nabi dan Cara Menyikapinya

Dalam memahami persoalan agama, Ustaz Zakir Naik menyampaikan pentingnya merujuk kepada Alquran dan hadis sahih dari Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.

Ia juga menjelaskan urutan rujukan yang menurutnya perlu diperhatikan. Alquran disebut sebagai hukum tertinggi pertama, kemudian perintah berupa perkataan Rasulullah, perbuatan Rasulullah, pendapat dan perbuatan para sahabat, serta pemahaman generasi tabiin dan atbaut tabiin.

Tiga generasi tersebut disebut sebagai salaf ash-shalih.

Baca Juga: Maulid Nabi di Mempawah Tak Sekadar Seremonial, Pelajar Diminta Perkuat Karakter dan Moral

Menurutnya, Rasulullah merupakan orang yang paling memahami Alquran. Setelah itu, pemahaman tersebut dilanjutkan kepada para sahabat, kemudian generasi tabiin dan atbaut tabiin.

Soroti Perayaan Maulid Nabi

Terkait perayaan ulang tahun Nabi atau Maulid Nabi, Ustaz Zakir Naik mengatakan sepanjang pengetahuannya tidak terdapat perintah dalam Alquran agar umat merayakan Maulid Nabi.

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Foto Profil Media Sosial Bisa Menjadi Media Sihir, Ini Penjelasannya

Ia juga menyatakan tidak terdapat hadis yang menjelaskan agar umat merayakan Maulid Nabi.

Menurut penjelasan dalam video tersebut, tidak ada pula sahabat Rasulullah yang merayakan Maulid Nabi. Ia menyebut empat khalifah, yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, tidak melakukan perayaan tersebut.

Ustaz Zakir Naik kemudian mempertanyakan alasan kecintaan kepada Rasulullah yang digunakan untuk membenarkan perayaan Maulid Nabi.

Baca Juga: Saat Hidup Terasa Berat, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Cara Curhat yang Dianjurkan Alquran

Jika alasannya karena cinta kepada Rasulullah, ia mempertanyakan apakah kecintaan tersebut dapat melebihi kecintaan para sahabat kepada Nabi.

Ia juga menyebut Abu Bakar sebagai salah satu sahabat dengan keimanan yang sangat kuat dan mengatakan tidak ada riwayat yang menunjukkan para sahabat merayakan Maulid Nabi.

Inovasi Dunia Berbeda dengan Urusan Agama

Baca Juga: Empat Amalan Sederhana Muslimah untuk Masuk Surga, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah

Ustaz Zakir Naik membedakan inovasi dalam urusan dunia dengan inovasi dalam agama.

Menurutnya, inovasi dalam bidang dunia, termasuk teknologi seperti pesawat terbang, tidak menjadi persoalan.

Namun, ia menyatakan inovasi dalam urusan agama memiliki ketentuan berbeda. Karena itu, menurut penjelasannya, umat perlu merujuk kepada Alquran, hadis sahih, serta pemahaman Rasulullah dan generasi awal Islam.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
maulid nabi Ustaz Zakir Naik bidah hadis sahih al-quran