PONTIANAK POST – Ada sejumlah amal saleh yang pahalanya terus mengalir kepada seorang hamba meskipun telah meninggal dunia dan berada di dalam kubur.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Firanda Andirja dalam penjelasannya mengenai amal yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi seseorang setelah wafat.
Dalam penjelasan tersebut, terdapat tujuh amal saleh yang disebut dapat membuat pahala terus mengalir. Beberapa di antaranya berkaitan dengan ilmu yang bermanfaat serta menyediakan sumber air bagi masyarakat.
Baca Juga: Benarkah Peringatan Maulid Nabi Termasuk Bidah, Begini Penjelasan Ustaz Zakir Naik
Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat
Amal pertama yang disebut adalah mengajarkan ilmu yang bermanfaat.
Seseorang yang mengajarkan ilmu yang memberikan manfaat kepada orang lain disebut termasuk dalam amal yang pahalanya terus mengalir. Manfaat ilmu tersebut dapat terus dirasakan meskipun orang yang mengajarkannya telah berada di dalam kubur.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Makna Maulid Nabi dan Cara Menyikapinya
Mengalirkan Sungai untuk Masyarakat
Amal berikutnya adalah mengalirkan sungai agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ustaz Firanda menjelaskan, hal tersebut dapat dilakukan dengan mengambil air dari sungai kemudian membuka kanal kecil untuk mengalirkannya ke sawah atau tempat yang membutuhkan.
Baca Juga: Rezeki Terasa Sulit atau Cepat Pergi? Ustaz Hilman Fauzi Beri 5 Pesan Ini
Seseorang juga dapat pergi ke sumber air dan membuka jalan atau terusan sehingga air tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat.
Menggali Sumur dan Menyediakan Air Bersih
Amal lainnya adalah menggali sumur.
Menurut penjelasan Ustaz Firanda, ketika seseorang menggali sumur hingga muncul sumber air bersih atau air minum yang kemudian dimanfaatkan masyarakat, amal tersebut termasuk salah satu perbuatan yang pahalanya terus mengalir.
Baca Juga: Tetangga dan Teman Bisa Menyeret pada Masalah, Ini Pesan Ustaz Das’ad Latif
Air yang tersedia dan dapat digunakan masyarakat menjadi manfaat yang tetap dirasakan meskipun orang yang menggali sumur tersebut telah meninggal dunia.
Menanam Pohon Kurma
Amal berikutnya adalah menanam pohon kurma dan mewakafkan hasilnya untuk kepentingan di jalan Allah.
Baca Juga: Ustaz Firanda Ungkap Sejumlah Sebab Ini Bisa Jadi Penggugur Dosa, Simak Penjelasannya
Ustaz Firanda memberikan gambaran, ketika pohon kurma tersebut menghasilkan buah, hasilnya dapat dibagikan kepada orang lain. Orang yang melewati pohon tersebut juga dapat mengambil buahnya.
Selama pohon kurma itu terus berbuah dan hasilnya dimanfaatkan, pahala bagi orang yang menanamnya disebut terus mengalir.
Penjelasan tersebut menekankan bahwa amal yang memberikan manfaat kepada orang lain dapat menjadi bentuk kebaikan yang terus memberikan pahala, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina