PONTIANAK-POST- Alquran memuat sejumlah ayat yang menggambarkan neraka dan berbagai bentuk siksaannya. Gambaran tersebut antara lain berupa api yang menyala, air yang sangat panas, rantai, belenggu, hingga siksa terhadap kulit manusia.
Dilansir dari Almanhaj, salah satu gambaran tersebut terdapat dalam Surah Al-Mulk ayat 6-8. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦ إِذَا أُلْقُوا فَيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِىَ تَفُورُ ٧ تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَآ أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
Baca Juga: Kemuliaan Salat Fardhu Tepat Waktu, Dari Dicintai Allah hingga Selamat dari Api Neraka
Artinya: “Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: ‘Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?’”
Gambaran lain terdapat dalam Surah Al-Mudatsir ayat 27-29. Dalam ayat tersebut disebutkan tentang neraka Saqar.
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ ٢٧ لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ ٢٨ لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Artinya: “Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.”
Alquran juga menggambarkan azab berupa air yang sangat panas. Dalam Surah Muhammad ayat 15 disebutkan bahwa penghuni neraka diberi minuman air mendidih yang dapat memotong-motong usus mereka.
Gambaran tersebut menunjukkan beragam bentuk siksa yang disebutkan dalam ayat-ayat Alquran. Almanhaj mencatat bahwa ayat-ayat yang menggambarkan neraka dan berbagai jenis siksaannya yang pedih sangat banyak.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina