PONTIANAK POST – Islam mendorong umat Muslim untuk istiqamah dalam melakukan kebaikan, termasuk menjalankan berbagai ibadah secara rutin meskipun jumlahnya sedikit.
Hal tersebut dibahas Rumysho.com dalam artikel berjudul “Amalan yang Paling Dicintai Allah adalah yang Kontinu”. Dalam artikel itu disebutkan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan keutamaan menjaga kesinambungan amal.
Amalan Sedikit tetapi Terus Dilakukan
Baca Juga: Amalkan Doa Ini Sebelum Belajar, Ustaz Adi Hidayat Sebut Membantu Memahami dan Mengingat Ilmu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling kontinu walaupun sedikit.” (HR. Bukhari No. 6465 dan Muslim No. 783).
Baca Juga: Ustaz Das'ad Latif Sebut Istri Durhaka Termasuk Golongan yang Amal Ibadahnya Tidak Diterima
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kontinuitas dalam beramal merupakan sesuatu yang terpuji. Seorang Muslim tidak hanya didorong untuk memperbanyak amal, tetapi juga menjaga agar kebaikan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Contoh Amal yang Bisa Dijaga secara Rutin
Salah satu contohnya adalah seseorang yang mampu menjaga salat Witir setiap malam. Ketika ibadah tersebut dilakukan secara rutin, seorang Muslim telah berusaha mempertahankan amal kebaikan secara kontinu.
Baca Juga: Ingin Rezeki Dilapangkan? Ini 6 Amalan yang Bisa Dilakukan Selain Berusaha
Begitu pula dengan salat Dhuha. Ibadah tersebut dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari kebiasaan seorang Muslim dalam menjaga amal saleh.
Selain salat, membaca Alquran juga dapat dilakukan secara kontinu. Kebiasaan membaca Alquran secara rutin menjadi salah satu bentuk istiqamah dalam beramal.
Berzikir dan Bersedekah
Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan
Rumysho.com juga menyebut berzikir dan bersedekah sebagai contoh amal saleh yang dapat dilakukan secara rutin.
Berbagai kebaikan tersebut tidak harus selalu dilakukan dalam jumlah besar. Hal yang ditekankan dalam hadis adalah bagaimana seorang Muslim mampu menjaga amal tersebut agar terus dilakukan.
Dengan demikian, kontinuitas menjadi bagian penting dalam menjaga kebiasaan beribadah. Amal yang sedikit tetapi dilakukan secara konsisten memiliki keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Baca Juga: Jangan Langsung Main HP, Ini Enam Fadhilah Zikir Setelah Salat Fardhu
Jangan Keliru Memaknai Amal Kontinu
Namun, Rumysho.com memberikan catatan mengenai persoalan lain yang perlu dibedakan. Ada kondisi ketika seseorang memberikan waktu, jumlah, tempat, atau tata cara tertentu pada suatu ibadah yang sebenarnya datang secara mutlak dalam syariat.
Persoalan tersebut berbeda dengan sekadar menjaga kontinuitas amal. Karena itu, perlu dibedakan antara istiqamah dalam melakukan amal saleh dan memberikan ketentuan khusus terhadap ibadah yang tidak ditentukan secara khusus dalam syariat.
Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama
Istiqamah Menjaga Kebaikan
Pesan utama hadis tersebut adalah pentingnya konsistensi dalam kebaikan. Seorang Muslim dapat mempertahankan berbagai amal saleh meskipun dilakukan dalam jumlah sedikit.
Intinya kontinuitas dalam beramal merupakan sesuatu yang terpuji. Karena itu, menjaga kebiasaan baik secara rutin menjadi salah satu bentuk usaha seorang Muslim untuk istiqamah dalam menjalankan kebaikan.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina