Saat Kalbar Dilanda Kekeringan dan Karhutla, Ingat Kisah Semut Nabi Sulaiman yang Minta Hujan

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Ilustrasi ketika seokar semut meminta hujan kepada sang pencipta. (NU ONLINE)
Ilustrasi ketika seokar semut meminta hujan kepada sang Pencipta. (NU ONLINE)

PONTIANAK POST - Di tengah kemarau panjang, kabut asap, dan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), umat Islam di Kalimantan Barat diajak melaksanakan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar bersama sejumlah lembaga keislaman mengajak umat melaksanakan salat istisqa pada Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB di Lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta MUI kabupaten dan kota yang tidak dapat hadir juga diimbau menggelar salat istisqa di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Dua Bulan Lebih Tak Hujan, Ribuan Warga Ketapang Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap

Momentum tersebut berlangsung ketika kondisi cuaca kering dan kualitas udara di Kalbar menurun akibat karhutla.

Dalam imbauannya, MUI juga mengajak umat memperbanyak istighfar dan bertobat, meminta maaf, memperbanyak sedekah, serta menghentikan indakan yang merusak lingkungan, termasuk pembakaran lahan secara liar.

Di tengah ikhtiar umat memohon hujan tersebut, terdapat sebuah kisah menarik yang diceritakan Rasulullah SAW tentang seekor semut yang lebih dahulu melakukan istisqa pada zaman Nabi Sulaiman AS.

Seekor Semut Lebih Dahulu Memohon Hujan

Menukil dari laman NU Online, dalam riwayat yang disampaikan Abu Hurairah RA, Nabi Sulaiman AS pernah keluar untuk melakukan istisqa. Dalam perjalanan, beliau melihat seekor semut dalam posisi telentang sambil mengangkat kaki-kakinya ke langit.

Baca Juga: Kemarau dan Kabut Asap, Umat Islam Kalbar Diajak Salat Istisqa 29 Agustus

Semut tersebut berdoa kepada Allah agar diberikan air karena ia dan makhluk lainnya tidak dapat berlepas dari kebutuhan terhadap air.

Melihat kejadian itu, Nabi Sulaiman AS kemudian meminta rakyatnya kembali. Mereka telah mendapat anugerah air melalui doa makhluk lain.

Semut Disebut Makhluk yang Bertasbih

Kisah tentang semut juga muncul dalam riwayat Imam Bukhari. Rasulullah SAW menceritakan seorang nabi yang digigit seekor semut. Nabi tersebut kemudian memerintahkan agar pemukiman semut dibakar.

Allah lalu menegurnya karena seekor semut menggigitnya, tetapi ia membakar satu kelompok semut yang disebut sebagai umat yang bertasbih.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa semut dalam hadis tidak hanya digambarkan sebagai hewan kecil, tetapi juga sebagai makhluk yang bertasbih kepada Allah.

Baca Juga: Sungai Kapuas Makin Asin, Pemkot Pontianak Minta Hujan Buatan untuk Atasi Krisis Air Bersih

Namanya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Keistimewaan semut juga terlihat dalam Al-Qur’an. Hewan ini disebut dalam Al-Qur’an dan bahkan diabadikan menjadi nama salah satu surat, yaitu An-Naml, yang berarti semut.

Hubungan manusia dengan semut pun bukan hanya tentang gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejumlah riwayat, semut justru hadir dalam kisah yang berkaitan dengan ibadah dan ketergantungan makhluk kepada Allah.

Pelajaran di Tengah Kekeringan

Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam Ibanatul Ahkam menjelaskan bahwa binatang memiliki potensi yang berkaitan dengan makrifat, zikir, dan permohonan kepada Allah dengan bahasa yang dipahami-Nya.

Baca Juga: Polwan Antar Air Bersih, 18 Ribu Liter untuk Warga di Tengah Krisis Air dan Kekeringan di Sekadau 

Kisah semut Nabi Sulaiman AS menjadi pengingat bahwa kebutuhan terhadap air bukan hanya milik manusia. Makhluk hidup lainnya juga bergantung kepada air dan pertolongan Allah.

Di tengah kemarau dan karhutla Kalbar, ketika manusia berkumpul untuk melaksanakan salat istisqa, kisah tersebut kembali mengingatkan tentang satu hal: seluruh makhluk memiliki ketergantungan kepada Allah.

Wallahu a‘lam.

Baca Juga: Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla, Polres Landak Gelar Salat Istisqa Mohon Turun Hujan

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
nabi sulaiman minta hujan Ketapang semut karhutla kalbar Salat Istisqa