PONTIANAK POST — Alquran menjelaskan adanya golongan yang kekal di dalam neraka, sementara orang beriman yang melakukan dosa berada di bawah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Keterangan mengenai kekalnya penghuni neraka tersebut menjadi bagian dari pembahasan tentang kehidupan akhirat. Berdasarkan materi yang dimuat Almanhaj, orang-orang kafir, kaum musyrikin, dan golongan munafik disebut kekal di dalam neraka.
Sementara itu, orang beriman yang berbuat dosa tidak disebut berada dalam kedudukan yang sama. Mereka berada di bawah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca Juga: Kemuliaan Salat Fardhu Tepat Waktu, Dari Dicintai Allah hingga Selamat dari Api Neraka
Kafir dan Munafik Kekal di Neraka
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ هِيَ حَسۡبُهُمۡۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknat mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.” (QS At-Taubah: 68)
Ayat tersebut menyebut orang-orang munafik dan orang-orang kafir sebagai golongan yang mendapatkan ancaman kekal di dalam neraka Jahannam.
Orang Beriman yang Berbuat Dosa
Baca Juga: Empat Golongan Ini Tidak Akan Tersentuh Api Neraka, Apakah Anda Memiliki Salah Satunya?
Berbeda dengan orang kafir dan munafik, orang beriman yang melakukan dosa berada di bawah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika Allah menghendaki, dosa mereka diampuni. Namun, jika Allah menghendaki, mereka dapat disiksa karena dosa yang telah dikerjakan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Baca Juga: Neraka dalam Alquran: Api yang Menggelegak hingga Minuman Mendidih
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS An-Nisa: 48)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa dosa syirik memiliki ketentuan tersendiri, sedangkan dosa selain syirik berada dalam kehendak Allah bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Dengan demikian, pembahasan mengenai kekalnya penghuni neraka membedakan antara golongan yang disebut kekal di dalam neraka dan orang beriman yang melakukan dosa, yang berada di bawah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.