PONTIANAK POST – Mama Dedeh menjelaskan bahwa perilaku durhaka tidak hanya dapat dilakukan anak kepada orang tua. Orang tua juga dapat melakukan perbuatan yang dinilai durhaka, termasuk melalui cara memperoleh dan memberikan makanan kepada anak.
Penjelasan tersebut disampaikan Mama Dedeh melalui YouTube Short yang diunggah akun titikterang_225 pada 28 Agustus 2026.
Mama Dedeh memberikan contoh perilaku mengambil barang melebihi jumlah yang dibeli. Misalnya, seseorang membeli bawang satu kilogram tetapi mengambil tambahan tanpa membayarnya.
Baca Juga: Empat Amalan Sederhana Muslimah untuk Masuk Surga, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Hal serupa disebut dapat terjadi ketika membeli cabai atau buah, kemudian mengambil dan memakannya tanpa memperhitungkan hak orang lain.
Menurut penjelasan tersebut, makanan yang diperoleh dengan cara demikian dapat masuk dalam kategori haram. Mama Dedeh mengingatkan agar orang tua berhati-hati terhadap makanan yang diberikan kepada anak.
Orang Tua Diminta Perhatikan Kehalalan Makanan
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Keutamaan Istighfar, Bisa Jadi Sebab Turunnya Hujan
Mama Dedeh juga memberikan gambaran mengenai makanan yang dibawa pulang setelah kegiatan pengajian.
Ia mencontohkan adanya makanan yang memang disediakan untuk dibagikan secara merata kepada peserta. Namun, apabila seseorang langsung membawa makanan tersebut pulang tanpa mengikuti pembagian yang telah ditentukan, tindakan itu menjadi persoalan.
Mama Dedeh kemudian mengaitkan persoalan makanan dengan perilaku anak. Ia menyebut orang tua perlu memperhatikan apa yang diberikan kepada anak, termasuk memastikan makanan yang diperoleh halal dan baik.
Baca Juga: Ustaz Firanda Ungkap Sejumlah Sebab Ini Bisa Jadi Penggugur Dosa, Simak Penjelasannya
Dalam penjelasannya, Mama Dedeh mengutip Al-Baqarah ayat 168 yang berisi seruan kepada manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik.
Ia menjelaskan, halal berkaitan dengan ketentuan hukum, sedangkan baik berkaitan dengan hasil atau cara memperolehnya.
Anak Tetap Wajib Berbakti
Baca Juga: Ustaz Das’ad Latif: Boleh Koreksi Pemimpin, Tapi Kritik Harus Tetap Beradab
Mama Dedeh kemudian membahas persoalan anak yang memiliki orang tua dengan perilaku buruk.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak menjadi alasan bagi anak untuk berhenti berbakti kepada orang tua. Sejahat apa pun orang tua, anak tetap memiliki kewajiban untuk berbakti.
Mama Dedeh mengingatkan hal tersebut dengan merujuk Surat Luqman ayat 14. Dalam ayat tersebut terdapat perintah agar manusia berbuat baik kepada kedua orang tua, khususnya mengingat perjuangan seorang ibu.
Baca Juga: Tetangga dan Teman Bisa Menyeret pada Masalah, Ini Pesan Ustaz Das’ad Latif
Ia juga menegaskan bahwa perintah tersebut tidak dibatasi pada orang tua yang baik saja. Anak tetap diperintahkan berbakti kepada orang tua.
Penjelasan mengenai kewajiban tersebut juga dikaitkan dengan Surat An-Nisa ayat 36.
Dengan demikian, persoalan perilaku orang tua dan kewajiban anak ditempatkan sebagai dua hal yang berbeda. Orang tua yang melakukan perbuatan buruk tetap dapat dinilai melakukan kesalahan, sementara anak tetap memiliki kewajiban untuk berbakti kepada keduanya.
Wallahua'klam bihsawab
Editor : Silvina