PONTIANAK POST – Shirath digambarkan sebagai jembatan yang terbentang di atas Neraka Jahannam dan akan dilewati manusia di akhirat. Dalam sejumlah hadis, shirath memiliki kondisi yang sangat sulit, di antaranya licin, menggelincirkan, serta dilengkapi besi pengait dan kawat berduri.
Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra dalam pembahasan yang dimuat Almanhaj menjelaskan sejumlah ciri dan bentuk shirath berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan dalam hadis.
Salah satu hadis menggambarkan shirath memiliki pengait besar yang dapat mengait orang-orang yang melewatinya.
Baca Juga: Mengimani Shirath, Jembatan di Atas Neraka yang Akan Dilewati Manusia Menuju Surga
Shirath Memiliki Pengait Seperti Duri
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ
Baca Juga: Surga Memiliki 100 Tingkatan, Firdaus Disebut yang Tertinggi dalam Hadis
“Dan dibentangkanlah jembatan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para rasul pada saat itu: ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah’. Pada shirath itu terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Pernahkah kalian melihatnya?” Para sahabat menjawab, “Pernah, wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “Maka ia seperti duri pohon Sa’dan, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah. Maka ia mencangkok manusia sesuai dengan amalan mereka.”
Hadis tersebut diriwayatkan Imam Bukhari.
Licin dan Menggelincirkan
Baca Juga: Mengenal 7 Nama Surga dalam Alquran Beserta Makna dan Ayatnya
Berdasarkan pembahasan tersebut, shirath memiliki sejumlah sifat yang menggambarkan kesulitan ketika melewatinya.
Shirath disebut amat licin sehingga orang yang melewatinya dapat terpeleset dan terperosok. Shirath juga disebut menggelincirkan.
Para ulama menerangkan bahwa maksud dari menggelincirkan adalah shirath bergerak ke kanan dan ke kiri. Kondisi tersebut membuat orang yang melewatinya khawatir tergelincir dan tersungkur.
Baca Juga: Seperti Apa Gambaran Surga? Alquran Menyebut Ada Sungai Mengalir di Bawahnya
Selain itu, shirath memiliki besi pengait yang besar, penuh duri, dan ujungnya bengkok. Pengait tersebut dapat mencengkeram orang yang terkena sambarnya.
Lebih Halus dari Rambut dan Tajam
Para ulama juga menyebutkan bahwa shirath lebih halus daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang. Selain itu, shirath disebut lebih panas daripada bara api, licin dan menggelincirkan.
Baca Juga: Keutamaan Salat Subuh dan Ashar, Dua Ibadah yang Membuka Jalan Menuju Surga
Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu berkata:
سَمِعْتُ أَنَّ الصِّرَاطَ أَدَقُّ مِنَ الشَّعْرِ وَأَحَدُّ مِنَ السَّيْفِ
“Sampai kepadaku kabar bahwa shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.”
Baca Juga: Empat Amalan Sederhana Muslimah untuk Masuk Surga, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Amal dan Keimanan Menentukan
Kesulitan yang dialami seseorang ketika melewati shirath disebut berkaitan dengan amal ibadah dan keimanannya.
Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak, hingga terkena sambaran pengait besi atau tidak, semuanya disebut ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing.
Shirath sendiri terbentang di atas Neraka Jahannam. Orang yang terpeleset, tergelincir, atau terkena sambaran pengait akan terjatuh ke dalam Neraka Jahannam.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina