Gambaran Manusia Saat Melewati Shirath, Ada Secepat Kilat dan Ada yang Merangkak

Silvina • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:34 WIB
Ilustrasi umat manusia melewati shirath dengan kecepatan berbeda sesuai amal yang mereka kerjakan di dunia.
Ilustrasi umat manusia melewati shirath dengan kecepatan berbeda sesuai amal yang mereka kerjakan di dunia.

 

PONTIANAK POST – Keadaan manusia ketika melewati shirath digambarkan berbeda-beda. Ada yang mampu melewatinya secepat kilat, angin, hingga burung, sementara sebagian lainnya harus merangkak secara perlahan.

Gambaran tersebut dijelaskan Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra melalui laman Almanhaj mengenai keadaan manusia ketika melewati shirath.

Dalam salah satu riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kecepatan manusia ketika melewati shirath.

Baca Juga: Mengimani Shirath, Jembatan di Atas Neraka yang Akan Dilewati Manusia Menuju Surga

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْل الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ))

Artinya: “Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan), keduanya berdiri di samping kiri-kanan shirath. Orang yang pertama lewat seperti kilat.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjelaskan bahwa ada manusia yang melewati shirath seperti angin, burung, dan kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan masing-masing.

Baca Juga: Lebih Halus dari Rambut dan Tajam, Ini Gambaran Shirath di Atas Neraka Menurut Hadis

Dalam riwayat lainnya disebutkan:

الْمُؤْمِنُ عَلَيْهَا كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَنَاجٍ مَخْدُوشٌ وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ حَتَّى يَمُرَّ آخِرُهُمْ يُسْحَبُ سَحْبًا

Artinya: “Orang mukmin berada di atasnya, ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda yang amat kencang berlari, dan ada yang secepat pengendara. Maka ada yang selamat setelah tertatih-tatih dan ada pula yang dilemparkan ke dalam neraka. Mereka yang paling terakhir merangkak secara pelan-pelan.”

Baca Juga: Kebaikan Seberat Biji Dzarrah, Disebut Jadi Sebab Orang Beriman Keluar dari Neraka

Amal Menentukan Kecepatan

Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak melewati shirath dengan keadaan yang sama. Kecepatan mereka berkaitan dengan amalan yang dilakukan.

Ada yang melewati shirath secepat kedipan mata, secepat kilat, secepat angin, secepat burung terbang, hingga secepat kuda yang berlari kencang.

Baca Juga: Ini Sebab Penghuni Neraka Bisa Keluar, Syafa’at Nabi hingga Orang Mukmin,

Namun, ada pula yang hanya mampu melewatinya dengan merangkak perlahan. Sebagian lainnya berjalan sedikit demi sedikit, bahkan ada yang bergelantungan dan hampir jatuh ke dalam neraka.

Di kedua sisi shirath terdapat besi-besi pengait yang diperintahkan untuk menyambar orang-orang tertentu. Karena itu, dalam riwayat disebutkan ada yang terpeleset tetapi selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka.

Riwayat lainnya menyebutkan bahwa di antara manusia ada yang binasa disebabkan amalannya, sedangkan sebagian lainnya tergelincir kemudian selamat.

Baca Juga: Orang Beriman Tak Kekal di Neraka, Ini Dalil dan Penjelasannya

فَمِنْهُمْ مَنْ يُوْبَقُ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ يُُخَرْدَلُ ثُمَّ يَنْجُو

Artinya: “Di antara mereka ada yang binasa disebabkan amalannya, dan di antara mereka ada yang tergelincir namun kemudian ia selamat.”

Dengan demikian, gambaran melewati shirath menunjukkan perbedaan keadaan manusia berdasarkan amalan mereka. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya menjadi yang pertama kali melewati shirath.

Wallahua'lam bishawab 


Editor : Silvina
shirath melewati shirath amal manusia keselamatan hari kiamat