Pikiran Buruk Terlintas di Hati, Apakah Tetap Dihisab? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Silvina • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 13:51 WIB
Ilustrasi seseorang menahan pikiran buruk dengan segera mengingat Allah, beristighfar, dan meninggalkan perbuatan yang tidak diridai.
Ilustrasi seseorang menahan pikiran buruk dengan segera mengingat Allah, beristighfar, dan meninggalkan perbuatan yang tidak diridai.

 

PONTIANAK POST – Pertanyaan mengenai pikiran buruk yang hanya terlintas di dalam hati dan tidak diucapkan menjadi salah satu pembahasan Ustaz Abdul Somad dalam YouTube Shorts akun KusumaWijaya02 yang diunggah pada 31 Agustus 2026.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan persoalan tersebut dengan mengaitkannya pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah tentang sesuatu yang ada di dalam hati dan perhitungan di hadapan Allah.

Ia menyampaikan penggalan ayat:

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Sarankan Jeda Minum Setelah Makan dan Ikuti Sunah Nabi

تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ

Artinya: “Jika kamu nyatakan atau kamu sembunyikan apa yang ada dalam dirimu, niscaya Allah akan memperhitungkannya.”

Dalam penjelasannya, Ustaz Abdul Somad kemudian menerangkan bahwa lintasan yang hanya muncul sesaat dan tidak diucapkan maupun dilanjutkan tidak dihitung.

Baca Juga: Sudah Berusaha tapi Belum Berhasil? Ustaz Abdul Somad Ingatkan Pentingnya Tawakal dan Husnuzan

Sahabat Nabi Sempat Khawatir

Ustaz Abdul Somad menggambarkan kekhawatiran para sahabat ketika mendengar pembahasan tentang sesuatu yang ada di dalam hati.

Para sahabat disebut datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan kekhawatiran jika setiap sesuatu yang terlintas di dalam hati harus diperhitungkan.

Baca Juga: Mengimani Shirath, Jembatan di Atas Neraka yang Akan Dilewati Manusia Menuju Surga

Mereka merasa tidak sanggup jika setiap lintasan pikiran manusia harus dihitung.

Dalam penjelasannya, Ustaz Abdul Somad menyebut bahwa Allah tidak menghitung seseorang kecuali sesuai dengan kemampuan.

Karena itu, lintasan yang hanya terlintas sesaat dan tidak diucapkan maupun dilanjutkan tidak perlu membuat seseorang terus-menerus merasa takut.

Baca Juga: Lebih Halus dari Rambut dan Tajam, Ini Gambaran Shirath di Atas Neraka Menurut Hadis

Tiga Langkah Saat Pikiran Buruk Muncul

Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan langkah yang dapat dilakukan ketika muncul lintasan atau pikiran yang tidak diridai Allah.

Pertama, ingat kepada Allah. Ketika muncul lintasan buruk, seseorang segera mengingat Allah.

Kedua, beristighfar. Setelah mengingat Allah, seseorang segera memohon ampun kepada-Nya.

Baca Juga: Gambaran Manusia Saat Melewati Shirath, Ada Secepat Kilat dan Ada yang Merangkak

Ketiga, berhenti dan tidak melanjutkan. Lintasan tersebut tidak diteruskan menjadi ucapan ataupun perbuatan.

Ustaz Abdul Somad mencontohkan bahwa ada orang yang sudah ingat kepada Allah, tetapi tidak beristighfar. Ada pula yang sudah beristighfar, tetapi tetap melanjutkan pikiran tersebut.

Menurut penjelasan dalam video, yang baik adalah ketika seseorang ingat, beristighfar, kemudian tidak melanjutkan.

Baca Juga: Kebaikan Seberat Biji Dzarrah, Disebut Jadi Sebab Orang Beriman Keluar dari Neraka

Dengan demikian, ketika muncul lintasan buruk yang tidak diinginkan, pesan Ustaz Abdul Somad adalah segera mengingat Allah, beristighfar, lalu menghentikan dan tidak meneruskannya.

Wallahua'lam bishawab

Editor : Silvina
pikiran buruk mengingat Allah Ustaz Abdul Somad Istighfar Hisab