PONTIANAK POST – Ustazah Halimah Alaydrus mengingatkan umat Islam agar memperhatikan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seseorang dapat meninggal dunia dalam keadaan yang berkaitan dengan kebiasaan hidupnya.
Pesan tersebut disampaikan Ustazah Halimah Alaydrus melalui YouTube Short yang diunggah akun ummaazzakiyyah pada 9 September 2026.
Ia menyampaikan orang yang terbiasa bersujud memiliki kemungkinan meninggal dalam keadaan sujud. Begitu pula seseorang yang terbiasa belajar dapat meninggal ketika pikirannya masih berkaitan dengan ilmu.
Baca Juga: Ustazah Halimah Alaydrus Ingatkan Ibu: Jangan Sayangi Anak demi Balasan di Masa Tua
Kebiasaan Hidup dan Keadaan Saat Meninggal
Ustazah Halimah juga mencontohkan orang yang hatinya terbiasa berzikir. Menurutnya, orang tersebut sangat mungkin meninggal dunia dalam keadaan berzikir.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar seseorang tidak hanya memikirkan bagaimana menjalani kehidupan, tetapi juga memikirkan keadaan seperti apa yang diinginkan ketika meninggal dunia.
Baca Juga: Ustazah Aisyah Dahlan: Perempuan Berkarya Bukan Berarti Ikut Mencari Nafkah
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk membiasakan diri melakukan amal yang diharapkan dapat menemani hingga akhir kehidupan.
Kisah Sayidina Utsman bin Affan
Dalam ceramahnya, Ustazah Halimah turut menceritakan Sayidina Utsman bin Affan. Ia menyebut Utsman memiliki kebiasaan membaca Alquran sebanyak 10 juz setiap malam.
Ustazah Halimah kemudian menceritakan bahwa Sayidina Utsman meninggal ketika sedang membaca Alquran dalam salat. Darahnya disebut mengenai Alqurn yang sedang beliau baca.
Ia juga menyampaikan bahwa Alquran tersebut masih diabadikan hingga sekarang. Menurut Ustazah Halimah, dirinya pernah melihat Alquran yang disebut telah berusia sekitar 1.400 tahun tersebut.
Tentukan Amal yang Ingin Dibawa hingga Akhir Hayat
Baca Juga: Tiga Cara Allah Menjawab Doa Menurut Ustaz Adi Hidayat, Tidak Selalu Sesuai Permintaan
Ustazah Halimah kembali menekankan pesan utama yang disampaikannya kepada para perempuan yang mengikuti ceramahnya.
Menurutnya, sebagaimana seseorang menjalani kehidupan, seperti itu pula kemungkinan keadaan ketika ia meninggal dunia. Karena itu, sisa kehidupan sebaiknya digunakan untuk membiasakan amal yang ingin dilakukan hingga akhir hayat.
Ia mengajak umat Islam menentukan keadaan seperti apa yang diinginkan ketika meninggal, kemudian membiasakan diri dengan amal tersebut selama masih memiliki kesempatan hidup.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina