PONTIANAK POST – Puasa dalam Islam tidak hanya terbatas pada puasa Ramadan. Berdasarkan hukumnya, puasa terbagi menjadi empat macam, yakni puasa wajib, sunnah, makruh, dan haram.
Pembagian tersebut dijelaskan dalam artikel Almanhaj yang membahas macam-macam puasa berdasarkan ketentuan syariat.
Puasa Wajib
Baca Juga: Empat Amalan Sederhana Muslimah untuk Masuk Surga, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Puasa wajib merupakan puasa yang harus dikerjakan. Jenisnya meliputi puasa Ramadan, puasa qadha dari puasa Ramadan, puasa nazar, puasa fidyah, dan puasa kafarat.
Puasa Ramadan menjadi kewajiban utama bagi umat Islam pada bulan Ramadan. Sementara puasa qadha dilakukan untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan.
Selain itu, terdapat puasa nazar, fidyah, dan kafarat yang termasuk dalam kategori puasa wajib.
Baca Juga: Sejumlah Amal Saleh Ini Pahalanya Terus Mengalir Meski Seseorang Telah Wafat
Puasa Sunnah
Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunnah merupakan puasa yang dianjurkan berdasarkan nash-nash syar'i.
Beberapa di antaranya adalah puasa enam hari pada bulan Syawal, puasa Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, serta puasa Asyura pada 10 Muharram yang disertai satu hari sebelum atau sesudahnya.
Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar
Ada pula puasa ayyamul bidh atau hari-hari putih pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Puasa Senin dan Kamis, memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban dan Muharram, puasa Nabi Dawud dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak, serta puasa sepuluh hari pada bulan Dzulhijjah juga termasuk puasa sunnah.
Puasa Makruh
Puasa makruh merupakan puasa yang dilarang berdasarkan nash syar'i, tetapi larangannya tidak sampai pada tingkat pengharaman.
Baca Juga: Amalkan Doa Ini Sebelum Belajar, Ustaz Adi Hidayat Sebut Membantu Memahami dan Mengingat Ilmu
Di antara puasa yang disebut makruh adalah puasa Arafah bagi orang yang sedang menunaikan ibadah haji, puasa hari Jumat saja, dan puasa hari Sabtu saja.
Puasa pada hari terakhir bulan Sya'ban juga termasuk yang dimakruhkan, kecuali jika bertepatan dengan kebiasaan puasa seseorang, seperti puasa Senin dan Kamis.
Puasa yang Diharamkan
Baca Juga: Bukan Soal Banyak, Ini Amalan yang Paling Dicintai Allah Menurut Hadis Rasulullah
Ada pula waktu atau kondisi tertentu ketika puasa justru diharamkan. Jenisnya antara lain puasa pada dua hari raya, yaitu Idulfitri dan Iduladha, serta puasa pada hari-hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Puasa juga diharamkan bagi perempuan yang sedang haid dan nifas. Selain itu, puasa sunnah seorang perempuan juga disebut haram dilakukan apabila suaminya melarangnya.
Puasa orang sakit yang dapat membahayakan dirinya bahkan berisiko menyebabkan kematian juga termasuk puasa yang diharamkan.
Baca Juga: Ingin Rezeki Dilapangkan? Ini 6 Amalan yang Bisa Dilakukan Selain Berusaha
Dengan demikian, pelaksanaan puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga memperhatikan jenis, waktu, kondisi, serta ketentuan hukumnya.
Wallahua'lam bishawab