PONTIANAK POST – Puasa sunnah tidak hanya menjadi ibadah tambahan setelah puasa wajib Ramadan, tetapi juga disebut memiliki pengaruh dalam upaya seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Puasa Sunnah Menyempurnakan Ibadah
Dilansir dari laman Almanhaj Setiap kewajiban memiliki amalan sunnah yang dapat mempertahankan keberadaannya sekaligus menyempurnakan kekurangannya. Hal tersebut juga berlaku pada puasa.
Baca Juga: Macam-Macam Puasa dalam Islam, Ada yang Wajib, Sunnah, Makruh hingga Haram
Puasa wajib dikerjakan pada bulan Ramadan, sedangkan puasa sunnah dapat dilakukan pada waktu-waktu yang telah dianjurkan.
Salah satu contohnya adalah puasa enam hari pada bulan Syawal. Orang yang melaksanakan puasa tersebut setelah Ramadan disebut mendapatkan keutamaan sebagaimana berpuasa sepanjang tahun.
Hal itu berdasarkan hadis Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Ciri Orang Bangkrut di Akhirat Meski Rajin Salat dan Puasa
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa ad-Dahr.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim.
Baca Juga: Ustazah Halimah Alaydrus Ingatkan Ibu: Jangan Sayangi Anak demi Balasan di Masa Tua
Menjadi Sarana Mendekatkan Diri
Puasa sunnah disebut dapat menjadi sarana seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Rabb-nya.
Membiasakan diri melaksanakan puasa setelah Ramadan juga disebut sebagai tanda diterimanya amal perbuatan, karena seorang muslim yang mendapat petunjuk untuk melanjutkan amal saleh setelah suatu ibadah merupakan bagian dari keberlanjutan ketaatan.
Baca Juga: Ingin Meninggal dalam Keadaan Baik? Ustazah Halimah Alaydrus Ingatkan Soal Kebiasaan
Puasa setelah Ramadan juga disebut sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah.
Menjaga Semangat Ibadah
Pengaruh lainnya adalah menjaga pandangan bahwa ibadah tidak berhenti setelah Ramadan berakhir.
Baca Juga: Tak Sekadar Gugurkan Dosa, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Keutamaan Al-Fatihah dan Akhir Surah Al-Baqarah
Puasa sunnah menjadi bentuk komitmen seorang muslim bahwa musim ketaatan terus berlangsung dan kehidupan secara keseluruhan merupakan bagian dari ibadah.
Karena itu, puasa tidak hanya dilakukan pada Ramadan, tetapi juga disyariatkan sepanjang tahun dalam bentuk puasa-puasa sunnah yang telah dianjurkan.
Dikaitkan dengan Berbagai Keutamaan
Baca Juga: Gaji Besar tapi Jauh dari Keluarga, Ustaz Khalid Basalamah Sarankan Pilihan Ini
Puasa sunnah juga disebut menjadi sebab timbulnya kecintaan Allah Subhanahuwata’ala kepada hamba-Nya serta pengabulan doa.
Selain itu, puasa sunnah disebut berkaitan dengan penghapusan kesalahan, pelipatgandaan kebaikan, peninggian derajat, serta keberuntungan memperoleh surga kenikmatan.
Dengan demikian, puasa sunnah memiliki posisi sebagai ibadah tambahan yang dapat menjaga kesinambungan ketaatan seorang muslim setelah menjalankan kewajiban Ramadan.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina