Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

CEK FAKTA: [Prebunking] Awas! Hoaks Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental, Jangan Sampai Jadi Korban

Syahriani Siregar • Sabtu, 18 Mei 2024 | 23:15 WIB

Ilustrasi mental health.
Ilustrasi mental health.
DI era ketika informasi terus membanjir seperti saat ini, salah satu yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah penyebaran berita bohong alias hoaks.

Semakin canggih teknologi dalam berkomunikasi, semakin cepat pula hoaks dibuat dan disebar.Parahnya, berbagai dampak yang terjadi akibat hoaks kini kian mengkhawatirkan.

Hoaks atau berita palsu bisa tersebar dalam berbagai bentuk, mulai dari tulisan, foto, dan video.

Mengingat dampaknya sangat buruk, setiap orang pasti ingin menghindarinya.

Baca Juga: CEK FAKTA: [Prebunking] Marak Praktik Deepfake, Ini Cara Mudah Membedakannya di Media Sosial

Dikutip dari SehatQ, dampak buruk berita hoaks yang membahayakan adalah bisa merugikan kesehatan mental. Seperti ini penjelasan ilmiahnya:

Dalam sebuah studi, para psikolog sepakat bahwa berita hoaks bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan mental, seperti post-traumatic stress syndrome (PTSD), menimbulkan kecemasan, sampai kekerasan.

Tidak hanya itu, psikolog percaya, orang yang terpapar berita hoaks juga bisa membutuhkan terapi, karena diselimuti kecemasan, stres, dan merasa kesepian karena berita palsu.

Psikolog meyakini, berita hoaks dihadirkan untuk memanipulasi banyak orang.

Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Daun Meniran Dapat Sembuhkan Rabies

Sebab, berita palsu bisa memanfaatkan kelompok orang yang takut, dan mengambil keuntungan ketakutan itu.

Jangan menyepelekan dampak buruk berita hoaks pada kesehatan mental. Sebab, efeknya bisa berlangsung dalam jangka panjang.

Misalnya, mengganggu situasi emosional dan suasana hati yang berkepanjangan, sampai “menghantui” pikiran untuk waktu yang lama.

Akibat malas mencari tahu kebenaran suatu berita

Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mengonfirmasi atau mencari tahu sumber sebuah berita, cenderung menunjukkan gejala fisik dan mental yang kurang sehat.

Para peneliti menemukan, orang-orang yang tidak gemar mencari tahu kebenaran atas sebuah berita, memiliki respons yang tidak baik, saat dihadapkan dengan informasi menyesatkan dalam situasi stres.

Akibatnya, muncul rasa stres, respons jantung yang tidak normal, dan perilaku membaca tak menentu. Hal ini juga berpengaruh pada aspek psikologis.

Orang-orang yang enggan mencari tahu kebenaran suatu berita akan merasa kurang percaya diri dan suka menganggap diri mereka negatif.

Dengan demikian, kemampuan seseorang untuk menilai keaslian suatu berita, bisa memengaruhi kondisi kesehatannya, baik secara fisik maupun mental.

Cara menghindari berita hoaks demi kesehatan mental

1. Bersikap skeptis

Sebelum memercayai sebuah kabar, tanya dulu diri sendiri, apakah sumbernya dapat dipercaya?

Untuk menghindari berita hoaks, ada baiknya kita lebih jeli dalam memverifikasi sumber datangnya berita, agar tidak ada kabar hoaks.

Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Bantuan 50 Juta dari Jokowi

2. Belajar menilai kabar

Menurut penelitian, orang yang sulit menilai keaslian sebuah kabar di televisi, koran atau media sosial, cenderung mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya.

Oleh karena itu, belajar menilai informasi yang diterima, misalnya mencerna apakah info itu masuk akal, menjadi cara tepat dalam mempersiapkan diri dalam menangkal berita hoaks.

Baca Juga: Tahapan Pilkada Dimulai, KPU Luncurkan Si Polih

3. Periksa waktu penerbitan informasi

Dalam hal ini, waktu penerbitan informasi, memerankan peran penting dalam penyebaran kabar hoaks.

Sebab, banyak berita yang sudah tidak relevan, kemudian dirilis lagi untuk memanaskan suasana. Akibatnya, banyak orang yang bisa terkena dampak buruknya.

4. Bertanya pada ahli

Untuk lebih memastikan lagi, bertanya langsung kepada ahli dalam bidang tertentu.

Misalnya, bertanya kepada ahli hukum, mengenai informasi tidak jelas mengenai kasus hukum tertentu, yang ramai beredar di masyarakat.

Selain itu, kita pun bisa memanfaatkan situs-situs yang menyediakan layanan pengecekan fakta, agar berita hoaks dapat dihindari.

5. Lawan dengan humor

Salah satu cara ampuh dan positif dalam memerangi perasaan yang didapatkan setelah membaca berita hoaks ialah dengan tertawa. Humor atau candaan dianggap efektif dalam memerangi stres dan kecemasan, akibat hoaks.

Baca Juga: SMAN 13 Pontianak Buka Penerimaan Siswa Baru dengan Kuota 216 Murid

6. Mulai beraksi

Mengubah perasaan amarah, stres, dan kecemasan menjadi aksi disebut bisa membantu, seperti membuat petisi untuk menghilangkan berita hoaks hingga melakukan protes.

Hal ini diyakini efektif untuk mengalahkan rasa stres yang kita rasakan, setelah membaca berita hoaks. (sya)

Editor : Syahriani Siregar
#Prebunking #hoaks #kesehatan mental #cek fakta