Kabar tersebut dibagikan oleh sebuah akun Facebook pada 28 Februari 2025.
Akun tersebut mengunggah foto Emmanuel Macron bersama istrinya, Brigitte Macron, dan menambahkan narasi yang mengatakan bahwa Brigitte Macron sebenarnya adalah ayah Emmanuel dan merupakan transgender.
Dalam narasi tersebut, disebutkan bahwa Macron bertemu dengan Brigitte saat ia berusia 15 tahun dan Brigitte berusia 39 tahun, serta menyebut Emmanuel sebagai anak dari istri kedua sang ayah.
Narasi yang menyertai foto tersebut menambahkan, "Dunia sedang kacau, Emmanuel Macron menikahi transgender yang merupakan ayahnya sendiri!" serta kalimat "Ki4mat semakin dekat!" yang merujuk pada peristiwa tersebut.
Hasil Cek Fakta
Disebutkan dalam cekfakta.com, bahwa Tim Cek Fakta Liputan6 menyelidiki klaim yang beredar mengenai Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dikatakan menikahi ayahnya yang merupakan transgender.
Dengan mencari kata kunci “Brigitte Macron transgender” di Google, mereka menemukan artikel dari situs euronews.com yang membantah klaim tersebut, dengan judul “Why are false rumours about Brigitte Macron being transgender resurfacing?” yang diterbitkan pada 2 April 2025.
Artikel tersebut mengungkapkan bahwa rumor tentang Brigitte Macron sebagai transgender yang juga disebut sebagai ayah Emmanuel sudah beredar sejak 2017, ketika Macron pertama kali menjadi Presiden.
Teori konspirasi ini disebarkan oleh Natacha Rey yang mengklaim bahwa Brigitte tidak pernah ada, dan saudara laki-lakinya, Jean-Michel Trogneux, mengubah jenis kelaminnya.
Klaim tersebut kembali viral setelah Rey diwawancarai oleh Amandine Roy pada tahun 2021 menjelang Pemilu 2022.
Pada September 2024, Brigitte Macron mengajukan gugatan terhadap Rey dan Roy, yang kemudian diputuskan bersalah dan diperintahkan untuk membayar ganti rugi kepada Brigitte sebesar 8.000 Euro dan 5.000 Euro untuk Jean-Michel Trogneux.
Dikutip dari merdeka.com, Brigitte Macron lahir pada 13 April 1953 di Amiens, Prancis.
Sebelum menjadi Ibu Negara, ia bekerja sebagai guru Bahasa Prancis dan Latin, mengajar di Strasbourg dan kemudian di Lycée la Providence di Amiens. Macron pertama kali bertemu Brigitte pada 1993 saat berusia 15 tahun, sementara Brigitte berusia 39 tahun dan sudah menikah dengan tiga anak.
Meskipun awalnya hubungan mereka tersembunyi karena penentangan keluarga dan teman-teman, akhirnya pada 2007, mereka menikah setelah Brigitte bercerai.
Pada 8 Maret 2024, Emmanuel Macron secara terbuka membantah rumor tersebut, menyebutnya sebagai kebohongan dan skenario yang dibuat-buat.
Dalam sebuah wawancara, Macron menyatakan bahwa ia merasa terganggu dengan penghinaan yang tidak henti-hentinya ditujukan pada kehidupan pribadinya.
Emmanuel Macron, yang menjadi Presiden Prancis pada 14 Mei 2017, merupakan Presiden termuda dalam sejarah Prancis, menjabat di usia 39 tahun. Ia berasal dari keluarga akademis, dengan ayahnya Jean-Michel Macron seorang Profesor Neurologi dan ibunya Françoise Macron-Noguès, serta memiliki latar belakang pendidikan di Lycée Henri-IV di Paris dan Universitas Paris-Nanterre.
Kesimpulan
Klaim yang menyatakan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron menikahi ayahnya yang diklaim sebagai transgender terbukti tidak benar dan termasuk hoaks.
Rumor ini pertama kali muncul pada 2017 dan kembali beredar luas saat Macron mencalonkan diri sebagai presiden Prancis.
Tidak ada bukti yang sah dan dapat dipercaya yang mendukung klaim tersebut. (sya)
Editor : Syahriani Siregar