Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nilai Ekspor Kalbar Meningkat Signifikan, Peningkatan 34,60 Persen Didorong Produk Unggulan

Miftahul Khair • Sabtu, 9 November 2024 | 11:06 WIB

 

KETERANGAN PERS: Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad,  dan Kasat Reskrim Polres Kayong Utara,  AKP David Dino Sipahutar saat press release kasus pembunuhan di Dusun Tanjung Ru,  Desa Padang,  Kepulauan
KETERANGAN PERS: Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad,  dan Kasat Reskrim Polres Kayong Utara,  AKP David Dino Sipahutar saat press release kasus pembunuhan di Dusun Tanjung Ru,  Desa Padang,  Kepulauan

PONTIANAK – Nilai ekspor Kalimantan Barat mengalami peningkatan signifikan pada September 2024. Tercatat kenaikan sebesar 34,60 persen dibandingkan Agustus 202. Nilai ekspor meningkat dari USD 165,62 juta menjadi USD 222,93 juta. Dibandingkan periode Januari hingga September 2023, nilai ekspor tahun ini juga menunjukkan kenaikan sebesar 3,04 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muhammad Saichudin, menyatakan bahwa tiga produk utama—bahan kimia anorganik, lemak dan minyak hewani/nabati, serta karet dan barang dari karet, berkontribusi signifikan terhadap ekspor provinsi.

"Ketiga produk unggulan ini menyumbang masing-masing 55,31 persen, 26,59 persen, dan 6,35 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Barat pada September," ujar Saichudin.

Produk ekspor lainnya seperti buah-buahan, ampas/sisa industri makanan, dan kayu serta barang dari kayu juga mencatat kontribusi penting.

“Golongan ini menyumbang 7,18 persen atau sekitar USD 16,01 juta dari total ekspor Kalimantan Barat,” tambahnya.

Lalu dari sepuluh golongan barang ekspor utama, kontribusi total mencapai 98,53 persen dari keseluruhan ekspor provinsi, dengan kenaikan 39,86 persen dibanding Agustus 2024, dari USD 157,06 juta menjadi USD 219,66 juta.

Saichudin menjelaskan bahwa Tiongkok, Malaysia, dan Belanda menjadi tiga negara tujuan ekspor terbesar, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 39,09 juta, USD 35,85 juta, dan USD 28,38 juta.

"Ketiga negara ini memberikan kontribusi sebesar 46,34 persen dari total ekspor Kalimantan Barat," jelasnya.

Namun, ekspor ke Tiongkok menurun sebesar 17,08 persen dibanding Agustus, sedangkan ekspor ke Malaysia dan Belanda justru meningkat secara signifikan, masing-masing sebesar 630,14 persen dan 3.787,67 persen.

Dominasi tujuan ekspor masih berasal dari negara-negara Asia yang menyumbang 62,60 persen, sementara Belanda, Islandia, dan Australia berkontribusi 32,08 persen, dengan sisanya 5,32 persen berasal dari negara-negara lain.

Lonjakan ekspor ini mengindikasikan kinerja perdagangan internasional Kalimantan Barat yang semakin kompetitif dan menjanjikan, terutama dalam meningkatkan kontribusi produk unggulan serta memperkuat kerjasama dengan negara tujuan ekspor utama. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#produk unggulan #ekspor #meningkat #kalbar