PONTIANAK — Ingin mengikuti jejak taipan papan atas Indonesia, Prajogo Pangestu? Tak salah rasanya jika membeli portofolio saham yang terus mencapai rekor tertinggi di BEI (Bursa Efek Indonesia).
Meskipun bukan ajakan berinvestasi, saham-saham perusahaan milik taipan kelahiran Sungai Betung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944 ini terus melesat signifikan. Bahkan, sangat sering mencatat kapitalisasi pasar yang besar di BEI.
Naiknya emiten yang dimiliki oleh pemilik nama Phang Djoem Phen ini tak hanya mengukuhkan nilai kekayaannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dan dunia, tetapi juga memperkuat dominasinya di pasar modal Indonesia.
Portofolio Saham Prajogo Pangestu
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN adalah salah satu emiten utama yang dimiliki Prajogo Pangestu dan saat ini menduduki salah satu posisi teratas di BEI. Dengan harga saham mencapai Rp 9.400–9.800, kapitalisasi pasar BREN menembus Rp 1.270,969 triliun per 2 Januari 2025.
Capaian ini menjadikan BREN sebagai salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Lonjakan harga saham ini didorong meningkatnya minat investor pada energi terbarukan, yang menjadi fokus perusahaan.
- PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Dengan kapitalisasi pasar Rp 640,185 triliun, TPIA saat ini menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Saham TPIA juga memperoleh sentimen positif dari investor lokal dan internasional, dan saat ini diperdagangkan dengan nilai Rp 7.400–7.575 per lembar.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Sebagai induk usaha dalam grup Barito, BRPT juga mengalami peningkatan nilai saham dan kapitalisasi pasar, yang telah mencapai Rp 86,716 triliun. Para investor menganggap BRPT memiliki prospek menarik ke depan.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
CUAN adalah salah satu entitas baru dalam portofolio Prajogo Pangestu dan menunjukkan performa signifikan. Kapitalisasi pasarnya naik tajam hingga Rp 131,811 triliun. Pertumbuhan CUAN didorong oleh sentimen positif, akuisisi strategis, dan diversifikasi usaha ke sektor energi yang berkembang. Saat ini, CUAN diperdagangkan pada harga Rp 11.125–11.750 per lembar.
- PT Petrosea Tbk (PTRO)
Kapitalisasi pasar PTRO mencapai Rp 27,484 triliun. Meskipun lebih kecil dibandingkan emiten lainnya, harga saham PTRO melonjak signifikan. Dari Rp 13.250 per lembar pada Oktober 2024, harga sahamnya menjadi Rp 26.300–27.275 pada awal Januari 2025.
Faktor Pendorong Kenaikan Emiten Portofolio Prajogo Pangestu
- Ekspansi Bisnis dan Akuisisi Strategis
Prajogo berhasil memperluas jaringan bisnisnya ke sektor-sektor dengan potensi besar, seperti energi terbarukan dan petrokimia, melalui strategi ekspansi dan akuisisi.
- Sentimen Positif dari Pasar Internasional
Beberapa emiten, seperti TPIA, masuk ke dalam Indeks MSCI Global, yang mendorong minat investor asing terhadap portofolio sahamnya.
- Minat Investor pada Energi Terbarukan
Ketertarikan pasar terhadap energi hijau memberikan dorongan signifikan pada saham BREN, yang dianggap sebagai pilihan utama untuk investasi berkelanjutan.
Dampak Kenaikan Saham Prajogo Pangestu
- Dampak pada IHSG
Kapitalisasi pasar yang besar dari saham-saham milik Prajogo memberikan dampak positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
- Rotasi di Jajaran Top Market Cap
Lonjakan kapitalisasi pasar sahamnya menggeser dominasi saham-saham perbankan, yang sebelumnya mendominasi posisi teratas di BEI.
- Optimisme Investor
Reputasi Prajogo sebagai salah satu konglomerat terkaya di Indonesia memberikan kepercayaan kepada investor bahwa saham-sahamnya memiliki potensi pertumbuhan signifikan.
Potensi Koreksi Harga Saham
Meskipun prospeknya cerah, potensi koreksi harga terbuka, terutama jika terjadi aksi profit taking dalam jumlah besar. Para analis menyarankan investor tetap disiplin dalam manajemen risiko. (den)
Editor : Miftahul Khair