PONTIANAK POST - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terus memperkuat hubungan diplomatik yang komprehensif selama kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dalam konferensi video bersama Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Carol Miller, Airlangga menyoroti posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, serta perannya dalam berbagai forum multilateral seperti ASEAN, G20, dan APEC.
"Indonesia sangat mengapresiasi hubungan bilateral yang baik dengan Amerika Serikat, baik dalam kerja sama ekonomi maupun bentuk lainnya.
Untuk mendukung ketahanan pangan domestik, kami berharap kerja sama perdagangan pada komoditas pangan esensial seperti kacang kedelai dan gandum dapat diteruskan," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dengan peran strategisnya, Indonesia berpotensi memperluas kerja sama dengan AS dalam berbagai sektor, terutama investasi dan perdagangan komoditas strategis.
Menanggapi hal tersebut, Congresswoman Miller menyampaikan bahwa AS akan berfokus pada tiga aspek utama dalam hubungan bilateral dengan Indonesia selama masa pemerintahan Trump, yakni kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, dan keamanan regional.
"Good trading partners make good friends. Kami mengapresiasi peran penting Indonesia dalam kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN, serta akan terus menjalin hubungan diplomatik secara bilateral yang baik dengan Indonesia," ujar Congresswoman Miller.
Selain kerja sama perdagangan di sektor pangan strategis, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dengan AS di bidang ekonomi bersih.
Airlangga menyoroti pentingnya kerja sama dalam carbon capture and storage (CCS) serta pengelolaan mineral kritis.
"Kerja sama strategis dengan Amerika Serikat pada kedua sektor ini dapat secara signifikan mendorong posisi Indonesia pada sektor ekonomi bersih dan rantai pasok mineral kritis global," tutur Menko Airlangga. (mif)
Editor : Miftahul Khair