PONTIANAK POST – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan signifikan.
Berdasarkan data dari pasar Non-Deliverable Forward (NDF), kurs rupiah menyentuh angka Rp17.000 per 1 dolar AS pada 7 April 2025, mencatatkan rekor terendah dalam sejarah.
Nilai tukar rupiah tercatat masih fluktuatif dan berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada sumber pengecekan real-time seperti Wise.com dan situs konversi mata uang lainnya.
Misalnya, pada pukul 11.00 WIB hari ini, nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.979,30 per dolar AS.
Baca Juga: Sektor Furnitur Gandeng Perusahaan Australia
Kurs NDF ini menunjukkan pelemahan yang cukup drastis dibandingkan posisi penutupan perdagangan reguler pada Kamis (27/3/2025), ketika rupiah sempat menguat ke posisi Rp16.555 per dolar AS, atau naik sebesar 0,12%.
Sebagai informasi, NDF merupakan instrumen keuangan yang memperdagangkan mata uang untuk jangka waktu tertentu berdasarkan nilai tukar yang telah disepakati.
Karena sifatnya yang spekulatif dan tidak melibatkan pertukaran fisik mata uang, NDF sering digunakan sebagai indikator ekspektasi pasar terhadap nilai tukar ke depan.
Pelemahan rupiah ini diprediksi bisa berlanjut dalam beberapa waktu mendatang, dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Rupiah Cari Keseimbangan Baru, Terdampak Kebijakan Tarif Amerika Serikat Alami Overshoot
Salah satu faktor pemicunya adalah kebijakan tarif proteksionis Presiden AS Donald Trump, yang memperkeruh situasi perdagangan internasional.
Indonesia pun terkena imbasnya. Negeri ini menjadi salah satu target dalam perang dagang terbaru AS, dan kini dihadapkan pada kemungkinan penerapan tarif balasan (resiprokal) hingga 32%, seiring dengan meningkatnya defisit perdagangan AS terhadap Indonesia. (mif)
Editor : Miftahul Khair