PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat perekonomian Kalbar tumbuh sebesar 5,00 persen pada triwulan I-2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y). Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 4,87 persen.
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menyampaikan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp79.065,97 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 sebesar Rp41.654,76 miliar.
“Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,94 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dialami oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 54,37 persen,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, kemarin.
Sebagai perbandingan, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 mencatat pertumbuhan sebesar 4,87 persen secara tahunan. Dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,52 persen. Sementara dari sisi pengeluaran sama seperti Kalbar, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,78 persen.
Meski secara tahunan Kalbar mengalami pertumbuhan positif, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q), terjadi kontraksi sebesar 0,50 persen. Penurunan terdalam dari sisi produksi dialami oleh lapangan usaha konstruksi yang turun 8,41 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor barang dan jasa terkontraksi 11,82 persen.
Struktur ekonomi Kalbar pada triwulan I-2025 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 23,44 persen, Industri Pengolahan 15,90 persen, perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor 13,87 persen, dan konstruksi 11,63 persen.
Sementara dari sisi Pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT), yaitu sebesar 48,54 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 30,44 persen, dan ekspor barang dan jasa sebesar 20,86 persen. (sti)
Editor : Miftahul Khair