Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengeluaran Pemerintah Terkontraksi, Ekonomi Tumbuh di Bawah 5 Persen

Miftahul Khair • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:47 WIB
ARUS BONGKAR MUAT: Sebuah kapal menurunkan muatan berkapasitas besar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah. (HARYADI/PONTIANAK POST)
ARUS BONGKAR MUAT: Sebuah kapal menurunkan muatan berkapasitas besar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah. (HARYADI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2025 tidak sampai 5 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan sebesar 4,87 persen. Kepala  Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB)  kuartal I 2025 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp5.665,9 triliun. Sementara PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Rp3.264,5 triliun.

Amalia menambahkan, dibandingkan dengan kuartal IV 2024 atau secara QtQ, ekonomi RI terkontraksi -0,98 persen. "Hal ini sejalan dengan pola yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Yakni di setiap kuartal I selalu relatif lebih rendah dibanding kuartal IV tahun sebelumnya," bebernya.

Secara YoY, ekonomi tiga bulan pertama tahun ini relatif lebih rendah dibanding 2024 pada periode yang sama. Pada kuartal I 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen.

Dilihat dari komponen pengeluaran, lanjut Amalia, secara tahunan seluruhnya mencatatkan pertumbuhan, kecuali konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar -1,38 persen. "Kalau dibandingkan secara YoY, kuartal I tahun lalu ada pemilu, tahun ini tidak ada pemilu. Itu salah satunya (penyebab)," jelasnya.

Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan adalah konsumsi rumah tangga sebesar 54,53 persen dan tumbuh 4,89 persen YoY. Kemudian diikuti ekspor yang berkontribusi sebesar 22,3 persen serta tumbuh 6,78 persen.

Meski hanya tumbuh 4,87 persen, pemerintah menganggap pertumbuhan ekonomi RI tersebut masih lebih baik jika dibanding negara-negara G20 lainnya.

"Kita pertumbuhannya nomor dua tertinggi di bawah Tiongkok yang tumbuh 5,4 persen. Kita masih di atas Malaysia yang 4,4 persen. Kemudian Singapura yang 3,8 persen, Spanyol 2,9 persen," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin (5/5).

Meskipun demikian, dia mengakui posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia itu masih belum mampu menyaingi Vietnam yang mencapai 6,93 persen.  Airlangga menambahkan, pemerintah berupaya agar konsumsi pemerintah bisa lebih terakselerasi di kuartal selanjutnya. "Diharapkan anggaran pemerintah sudah mulai berjalan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal I tahun ini sebesar 5 persen.

Dia menyebutkan, Jatim menjadi salah satu dari tiga provinsi di Pulau Jawa yang berhasil menembus angka lima persen. Banten tercatat 5,9 persen dan Jogjakarta dengan angka 5,11 persen. "Kontribusi Jawa Timur terhadap pulau Jawa bertahan di posisi ke dua dengan angka 25,11 persen," tuturnya. (dee/bil/han/dio)

Editor : Miftahul Khair
#indonesia #konsumsi #pemerintah #pertumbuhan ekonomi