PONTIANAK POST — Pemerintah resmi mengembalikan status internasional Bandara Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat, dalam upaya mempercepat pemulihan konektivitas global pascapandemi.
Langkah ini dinilai sebagai kebijakan strategis oleh anggota DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar, yang menyoroti pentingnya pengembalian status ini.
Dia berharap segera ada implementasi nyata dalam bentuk pembukaan kembali rute regional utama, khususnya Pontianak–Kuching dan rute-rute luar negeri lainnya.
"Reaktivasi ini memberi sinyal positif, dampak riilnya akan terasa jika rute yang menghubungkan Kalbar dan Sarawak segera kembali dioperasikan," kata Zulfydar dalam wawancara, Kamis (5/6).
Menurutnya, arus mobilisasi antara Kalbar dan Malaysia Timur telah lama menjadi tulang punggung ekonomi lintas batas. Sebelum pandemi, rute udara Pontianak–Kuching secara konsisten mencatat tingkat keterisian penumpang yang tinggi, dan menjadi jalur vital bagi wisatawan, pekerja migran, serta pelaku bisnis.
Menurutnya, data menunjukkan bahwa lebih dari 60% wisatawan mancanegara yang masuk melalui Pontianak berasal dari Sarawak, dengan pola kunjungan yang cenderung reguler.
Di sisi lain, ribuan pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor perkebunan di Sarawak memerlukan akses transportasi yang efisien saat cuti atau repatriasi.
"Dalam konteks pemulihan ekonomi daerah, kecepatan adalah kunci. Kita tidak hanya butuh bandara berstatus internasional, tetapi juga frekuensi terbang dan konektivitas yang bisa diandalkan," ujar Zulfydar.
Ia juga menyoroti bahwa Kuching International Airport dapat berfungsi sebagai hub transit strategis bagi wisatawan dari Semenanjung Malaysia, Singapura, atau Thailand yang ingin masuk ke Kalbar, tanpa harus melewati Jakarta.
Zulfydar menyarankan agar pemerintah daerah dan pusat segera menjalin komunikasi dengan maskapai dan otoritas penerbangan di Malaysia untuk memulihkan rute tersebut.
"Kalau perlu, dorong pembukaan rute ini sebagai program pemulihan ekonomi lintas batas. Insentif sementara kepada maskapai bisa menjadi katalis untuk memulai kembali operasional."
Bandara Supadio menjadi bandara internasional keempat yang direaktivasi statusnya oleh Kementerian Perhubungan sepanjang 2025, menyusul bandara di Belitung, Palembang, dan Semarang.
"Reaktivasi status adalah fondasi yang bagus. Tapi kemudahan regulasi akan menentukan apakah bandara ini akan benar-benar bisa sustain dan menjadi bandara yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi Kalbar," tegas Zulfydar.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro