Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemegang Saham Restui Merger Adira-Mandala, Lahirkan Raksasa Pembiayaan Baru dengan Dana Kelolaan Rp 62 Triliun

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 1 Juli 2025 | 09:05 WIB
Manajemen Adira Finance dan Mandala Finance bersama perwakilan MUFG dan Danamon
Manajemen Adira Finance dan Mandala Finance bersama perwakilan MUFG dan Danamon

PONTIANAK POST - Industri pembiayaan Indonesia memasuki fase baru setelah Adira Dinamika Multi Finance Tbk (BEI: ADMF) dan Mandala Multifinance Tbk (BEI: MFIN) secara resmi memperoleh persetujuan pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan proses penggabungan usaha.

Penggabungan efektif berlaku mulai 1 Oktober 2025, dengan Adira Finance menjadi entitas penerima.

Aksi korporasi ini merupakan kelanjutan dari akuisisi Mandala Finance oleh MUFG Bank dan Adira Finance pada Maret 2024 senilai Rp7 triliun untuk 80,6% saham.

MUFG Bank kemudian meningkatkan kepemilikannya menjadi 89,26% lewat tender offer, sementara Adira mempertahankan porsi 10%.

Adira Finance merupakan anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk, yang juga berada dalam grup MUFG.

Baca Juga: BRI Salurkan Triliunan Rupiah KUR untuk Pacu Pertumbuhan UMKM Nasional

Sinergi ini ditujukan untuk memperluas cakupan layanan pembiayaan, memperkuat kapabilitas operasional, dan mempercepat transformasi digital di bawah satu payung konglomerasi finansial.

Setelah penggabungan berlaku, Adira Finance akan mencatatkan total aset sebesar Rp38,4 triliun dan mengelola lebih dari Rp62 triliun pembiayaan, melayani 2,6 juta pelanggan aktif lewat 850 jaringan bisnis nasional.

Yasushi Itagaki, Group COO-I MUFG, menegaskan penggabungan ini mencerminkan komitmen jangka panjang MUFG terhadap pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia.

Hal senada disampaikan oleh Daisuke Ejima, Direktur Utama Danamon, yang menyebut penggabungan akan memperkuat integrasi grup dan meningkatkan layanan finansial menyeluruh di dalam negeri.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyebut penggabungan ini sebagai langkah strategis yang memperkokoh posisi pasar dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Direktur Utama Mandala Finance, Danny Hendarko, menegaskan semangat kolaborasi dan kesinambungan nilai perusahaan dalam proses integrasi.

Integrasi layanan dan sistem internal akan dilakukan secara bertahap hingga 1 Oktober 2025.

Perusahaan menegaskan komitmen terhadap komunikasi terbuka dan transisi yang tertib, baik secara operasional maupun kultural.

Langkah ini menegaskan konsolidasi sektor pembiayaan di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing Adira Finance dalam menawarkan solusi yang lebih luas, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang.

 

 
 
 
 
 
 
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kredit #saham #dana #Mandala Finance #ADMF #adira finance #merger