Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Zulfydar Desak Ekspor SDA Wajib Lewat Pelabuhan Kijing, Jangan Biarkan PAD Kalbar Bocor”

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 7 Juli 2025 | 13:45 WIB
ARUS BONGKAR MUAT: Sebuah kapal menurunkan muatan berkapasitas besar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah. (HARYADI/PONTIANAK POST)
ARUS BONGKAR MUAT: Sebuah kapal menurunkan muatan berkapasitas besar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah. (HARYADI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, mendesak Gubernur Kalbar segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan seluruh ekspor sumber daya alam (SDA) dilakukan melalui Pelabuhan Internasional Kijing.

Menurutnya, pelabuhan modern yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2022 itu belum memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar, meski dibangun dengan investasi besar.

“Zaman kayu habis, tak ada hasil. Karet juga tidak. Sekarang sawit dan tambang, kita dapat apa?” ujar Zulfydar dalam rapat DPRD.

Kalbar dikenal memiliki komoditas unggulan seperti sawit, bauksit, dan lain-lain. Namun, banyak perusahaan disebut masih enggan menggunakan Pelabuhan Kijing.

Baca Juga: Agustina Hastarini Bantah Gunakan Fasilitas Negara dalam Perjalanan ke Eropa

Bahkan, Zulfydar mencurigai ekspor sawit Kalbar justru banyak yang langsung dikirim ke Malaysia tanpa tercatat di Indonesia.

“Ini merugikan daerah. Kita kehilangan potensi bagi hasil dan retribusi ekspor,” tegasnya.

Zulfydar mendorong pemerintah mempercepat optimalisasi Kijing. Salah satu opsinya adalah menggandeng swasta melalui kerja sama operasi (KSO) dan memberikan insentif bagi pelaku usaha.

“Kalau perlu KSO, lakukan. Yang penting pelabuhan ini hidup,” katanya.

Zulfydar menyebut telah berdiskusi dengan pihak Bea Cukai dan Sucofindo, yang menyatakan siap mendukung kewajiban ekspor melalui Kijing, termasuk untuk komoditas tambang dan kratom.

Fraksi PAN Kalbar menargetkan peningkatan APBD dari Rp6,1 triliun menjadi Rp8–9 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Kenaikan PAD dari sektor ekspor dinilai sebagai kunci percepatan pembangunan di Kalbar.

“Kalau APBD meningkat, makin banyak program bisa dijalankan. Itu yang langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#ekspor #pelabuhan kijing #kalimantan barat #Zulfydar Zaidar Mochtar #pergub