PONTIANAK POST - Kalimantan Barat sebagai salah satu sentra produksi CPO nasional memberikan hinterland kuat bagi pertumbuhan volume kargo Terminal Kijing.
Meningkatnya aktivitas mendorong PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak menggarap sejumlah proyek pengembangan, antara lain pembangunan terminal khusus curah cair (dedicated liquid bulk terminal), penambahan pipe rack, perluasan dermaga Jetty 1 dan Jetty 2, serta penataan zona logistik untuk tenant baru. Langkah ini bertujuan memperluas jejaring dan mendorong integrasi logistik.
Sejak beroperasi, Terminal Kijing mencatat tren kinerja positif dengan dukungan infrastruktur modern.
Baca Juga: Bongkar Muat Terminal Kijing Tumbuh Pesat, Throughput Naik 225% di Semester I-2025
Terminal ini telah menangani proyek strategis, termasuk handling project cargo untuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) oleh PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), serta bongkar muat Caustic Soda Liquid bersama PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping, dan PT Samudera Banten Logistik.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Terminal Kijing diposisikan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi Kalbar.
Ke depan, terminal ini siap mendukung proyek besar seperti SGAR 2 dan Smelter Mempawah.
Hal ini sekaligus membuat Pelindo mengambil peran dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Terintegrasi Khusus Aluminium, sejalan dengan agenda hilirisasi nasional. (mdy)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro