PONTIANAK POST - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatatkan inflasi pada September 2025. Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, inflasi year on year (y-on-y) tercatat sebesar 1,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,06.
Adapun tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada bulan tersebut tercatat sebesar 0,11 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,16 persen.
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, mengungkapkan sejumlah peristiwa yang terjadi sepanjang September 2025 turut memengaruhi pergerakan IHK, di antaranya adalah kenaikan permintaan moda angkutan udara hingga kenaikan harga emas.
“Harga emas yang mencapai rekor tertinggi yang mana mencapai USD 3.790 per ons,” sebutnya, dalam rilis yang digelar daring, Rabu (1/10).
Adapun komoditas-komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi m-to-m di Kalbar pada September 2025, adalah angkutan udara, daging ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, ikan bandeng, sawi hijau, susu bubuk untuk balita, dan ikan tongkol.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain bawang merah, ketimun, telur ayam ras, buncis, udang basah, terong, dan daging babi. (sti)
Editor : Miftahul Khair