Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mentan Amran Beberkan Cara Pemain Besar Matikan Penggilingan Kecil di Sektor Pangan

Budi Miank • Sabtu, 15 November 2025 | 11:18 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap praktik serakahnomic di bisnis beras. (Foto: YouTube Akbar Faizal Uncensored)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap praktik serakahnomic di bisnis beras. (Foto: YouTube Akbar Faizal Uncensored)

PONTIANAK POST -  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan praktik bisnis yang merugikan petani dan konsumen di sektor pangan, yang menurut Presiden disebut sebagai “Serakahnomic”.

Dalam tayangan YouTube Akbar Uncensored yang dirilis pada Jumat, 14 November 2025, Amran menyebutkan bahwa para konglomerat besar dalam bisnis pangan telah memanfaatkan celah untuk menguasai pasar dan menikmati keuntungan yang seharusnya untuk rakyat kecil.

Amran menjelaskan bahwa pemain besar dalam industri pangan sengaja merugikan pabrik penggilingan kecil dengan cara membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit lebih mahal dari harga pasaran.

Hal ini mengakibatkan penggilingan kecil tidak mendapatkan bahan baku dan akhirnya terpaksa gulung tikar.

"Pemain besar beli GKP dengan harga lebih tinggi, sementara penggilingan kecil tidak kebagian bahan baku. Ini adalah cara mereka memonopoli pasokan," ujar Amran.

Amran juga menyebutkan adanya manipulasi harga dan kualitas beras premium yang beredar di pasar.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu merek beras yang diklaim premium ternyata memiliki kadar patahan (menir) hingga 59 persen, jauh lebih tinggi dari batas standar 14 persen untuk kategori premium.

"Beras yang diklaim premium ternyata berisi banyak menir, yang seharusnya untuk pakan ayam," kata Amran.

Tidak hanya itu, Amran juga menyentil isu subsidi pangan yang seharusnya digunakan untuk melindungi petani kecil, namun justru dinikmati oleh para pelaku besar.

Ia menilai sudah saatnya pemerintah berpihak pada kelompok kecil dan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pangan nasional.

"Ini pola yang sudah lama ada di Indonesia, tapi baru sekarang bisa kita bongkar," tegas Amran.

Ia menambahkan bahwa perbaikan sektor pangan harus menjadi prioritas pemerintah untuk kesejahteraan rakyat kecil.

Amran menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa sudah waktunya untuk memastikan bahwa kebijakan pangan yang ada benar-benar menguntungkan petani dan konsumen, bukan hanya segelintir konglomerat besar.(*)

Editor : Budi Miank
#Serakahnomic #penggilingan #andi amran sulaiman #menteri pertanian