Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Antrean Kapal Membludak, Pelabuhan Kijing Bangun Gangway 350 Meter untuk Dongkrak Ekspor CPO

Novantar Ramses Negara • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:45 WIB
PELABUHAN KIJING: Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah yang digadang-gadang mampu mendongkrak aktivitas ekspor-impor dan perdagangan domestik masih sepi.
PELABUHAN KIJING: Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah yang digadang-gadang mampu mendongkrak aktivitas ekspor-impor dan perdagangan domestik masih sepi.

PONTIANAK POST — PT Pelindo Regional 2 Pontianak akan menambah infrastruktur di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, berupa gangway trestle (GT) sepanjang sekitar 350 meter untuk mendukung aktivitas bongkar muat produk curah cair, khususnya CPO dan produk turunannya.

Penambahan ini dilakukan seiring meningkatnya antrean kapal dan melonjaknya arus komoditas ekspor dari Kalimantan Barat.

Sebagai bentuk kesiapan pengembangan pelabuhan, Pelindo juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung apabila aktivitas bongkar muat peti kemas (kontainer) nantinya dipindahkan ke Pelabuhan Kijing.

Sejumlah titik telah ditandai dan dipersiapkan untuk dijadikan container yard atau stacking yard (area penumpukan dan penataan kontainer), serta kawasan terminal peti kemas.

Saat ini, Pelabuhan Kijing telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas utama, di antaranya dermaga peti kemas, dermaga multipurpose, dermaga curah kering, dermaga curah cair, port management area, serta jaringan pipe rack yang berfungsi mendukung distribusi produk cair dari dan ke kapal.

Manager Komersial PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Irwan, mengatakan bahwa aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut meliputi komoditas curah cair maupun curah kering seperti bauksit, alumina, dan batu bara. Selain itu, Pelabuhan Kijing juga mulai melayani aktivitas bongkar muat Crude Palm Oil (CPO).

“Sekarang ini sudah berjalan bongkar muat bauksit, alumina, dan batu bara. Kami juga sudah menyiapkan fasilitas untuk mendukung aktivitas CPO,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, fasilitas GT yang akan dibangun berbeda dengan dermaga biasa. Struktur tersebut lebih menyerupai jalur penghubung yang dilengkapi jaringan pipa untuk mengalirkan muatan cair dari kapal ke darat.

Dengan penambahan GT ini, pelaksanaan bongkar muat produk curah cair diharapkan semakin efisien dan terintegrasi.

Tak hanya melayani distribusi komoditas dalam negeri, Pelabuhan Kijing kini juga mulai berperan sebagai gerbang ekspor langsung. Pasokan curah cair, termasuk CPO yang berasal dari Dumai, dapat dibawa ke Kijing untuk selanjutnya diekspor ke luar negeri.

“Sudah ada perusahaan asing yang memanfaatkan pelabuhan ini untuk pengapalan CPO ke Yamana. Pengiriman dilakukan dengan pelayaran langsung karena Pelabuhan Kijing memang disiapkan sebagai pelabuhan terbuka atau bertaraf internasional,” ungkapnya.

Pelabuhan Kijing diperkirakan akan semakin ramai dengan segera beroperasinya dua perusahaan besar di sektor CPO, yakni PT Pacific Bio Industry (PBI) dan PT Khatulistiwa Raya Cakrawala yang merupakan bagian dari Apical Group.

Kehadiran kedua perusahaan ini diyakini akan meningkatkan volume bongkar muat, khususnya untuk komoditas CPO dan produk turunannya.

Menurut Irwan, meningkatnya aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Kijing mulai berjalan sesuai dengan perencanaan.

Kondisi ini sekaligus menandakan kesiapan pelabuhan jika seluruh aktivitas bongkar muat dari Pelabuhan Dwikora nantinya dipindahkan ke Kijing.

Meski demikian, ia mengakui bahwa optimalisasi Pelabuhan Kijing, termasuk rencana pemindahan aktivitas dari Dwikora, masih memerlukan dukungan dan kesepakatan berbagai pihak, terutama Badan Usaha Pelabuhan (BUP) lain yang saat ini masih beroperasi di kawasan tersebut.

“Kami sudah siap, termasuk jika nanti aktivitas kontainer dialihkan ke sini. Lokasi untuk penataan dan penumpukan kontainer juga sudah kami siapkan. Namun tentu perlu ada kesepakatan bersama dengan pihak-pihak terkait agar proses perpindahan bisa berjalan lancar,” pungkas Irwan. (mse)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#ekspor #pelabuhan kijing #Gangway #CPO