Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemerintah Dorong Pekerja Bekerja dari Mall

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 28 Desember 2025 | 20:55 WIB
KONPERS: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri saat konferensi pers implementasi WFM di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).
KONPERS: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri saat konferensi pers implementasi WFM di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).

 

PONTIANAK POST - Pemerintah mendorong pemanfaatan pusat perbelanjaan sebagai ruang aktivitas ekonomi produktif melalui konsep Work From Mall (WFM), yang dipadukan dengan program belanja nasional dan skema kerja Work From Anywhere (WFA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pusat perbelanjaan tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat transaksi ritel, melainkan juga sebagai ruang kerja alternatif yang mendukung produktivitas, kreativitas, serta ekosistem ekonomi digital dan gig economy, terutama bagi generasi muda.

“Mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja. Kita sekarang mendorong kegiatan ekonomi gig, dan ini akan disiapkan anggarannya juga oleh Pemda DKI,” ujar Airlangga saat meninjau kesiapan implementasi WFM untuk mendukung program Belanja di Indonesia Saja (BINA) dan Indonesia Great Sale di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (26/12).

Dorongan WFM dilakukan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru, termasuk libur sekolah.

Pemerintah mendorong sinergi antara WFA/WFM dengan program belanja nasional untuk menjaga pergerakan ekonomi tetap bergulir hingga akhir tahun.

Airlangga menyoroti berbagai promo besar yang ditawarkan tenant pusat perbelanjaan, mulai dari diskon hingga 50 persen, tambahan potongan harga, hingga cashback. Menurutnya, strategi ini efektif untuk mendorong belanja masyarakat.

“Hampir di semua mal ramai. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Program Belanja di Indonesia Saja yang digagas Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) ditargetkan membukukan transaksi hingga Rp30 triliun hingga 4 Januari 2025.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan perputaran belanja masyarakat di akhir tahun mencapai lebih dari Rp110 triliun.

Selain meningkatkan konsumsi, program belanja nasional juga diarahkan untuk memperluas partisipasi UMKM dalam ekosistem ritel modern.

Kehadiran UMKM di pusat perbelanjaan dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari sisi pariwisata, wisata belanja turut diposisikan sebagai daya tarik wisatawan mancanegara.

Sepanjang tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan asing tercatat menembus lebih dari 15 juta orang, mencerminkan pemulihan sektor pariwisata pascapandemi.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat kerja sama perdagangan internasional melalui berbagai perjanjian dagang guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing nasional.

Airlangga secara khusus meminta pengelola pusat perbelanjaan menyiapkan workstation atau ruang kerja khusus bagi pekerja WFA, terutama anak muda yang menjadi tulang punggung ekonomi gig.

Menurutnya, penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi VIII yang berfokus pada pengembangan gig economy.

“Gig economy basisnya adalah anak muda yang bekerja dari mana saja. Karena itu kita dorong Hippindo menyiapkan workstation di mall,” kata Airlangga.

Ia menyebut, sejumlah mal sudah mulai menyiapkan fasilitas tersebut. Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan ruang kerja bagi ekonomi kreatif dan gig economy di Jakarta Creative Hub kawasan Thamrin.

Program WFM direncanakan dikembangkan secara bertahap di sedikitnya 15 provinsi, dengan dukungan pemerintah daerah dan perusahaan teknologi.

Fasilitas dasar seperti internet, listrik, dan layanan penunjang lainnya dinilai sudah tersedia di pusat perbelanjaan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai konsep Work From Mall sejalan dengan program Indonesia Great Sale. Keberadaan pekerja yang beraktivitas di mal diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi, termasuk sektor ritel dan restoran.

“Kalau banyak masyarakat atau karyawan bekerja di mall, perputaran ekonomi ikut meningkat. Bekerja, ngopi, makan, semuanya bergerak,” ujar Widiyanti.

Ia menambahkan, dari sisi kesiapan, pengelola pusat perbelanjaan menyatakan konsep WFM dapat diterapkan di lebih dari 400 mal yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia. 

Turut hadir dalam agenda tersebut antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Agama, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah, serta Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.  (jpc)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Mall #wfa #Airlangga