PONTIANAK POST – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dinobatkan sebagai Bank of The Year 2025 in Indonesia oleh The Banker, media keuangan internasional di bawah naungan Financial Times Group. Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang tahunan The Banker Awards yang digelar di London, Inggris, pada 3 Desember 2025.
Pengakuan ini menempatkan BRI sejajar dengan sejumlah bank global terkemuka, di antaranya Bank of China (Hong Kong), DBS (Singapura), Nomura Bank (Jepang), Crédit Agricole (Prancis), dan Commerzbank (Jerman).
Dalam keterangan resminya, The Banker menyebut para penerima penghargaan dinilai unggul dari sisi kekuatan finansial, kejelasan strategi bisnis, inovasi teknologi, serta komitmen terhadap nasabah dan komunitas. Penilaian juga mempertimbangkan kemampuan bank dalam merespons tantangan ekonomi sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial di negara masing-masing.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan BRI dan kepercayaan nasabah.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa arah transformasi BRI berada di jalur yang tepat dan mendapat pengakuan industri keuangan global,” ujarnya.
Menurut Hery, melalui transformasi BRIVolution Reignite, BRI tetap mempertahankan karakter sebagai bank kerakyatan dengan fokus pada pemberdayaan UMKM, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penilaian The Banker dilakukan melalui kombinasi indikator kuantitatif dan kualitatif, meliputi kinerja keuangan, inisiatif strategis, inovasi produk dan teknologi, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dan inklusi keuangan.
The Banker secara khusus mengapresiasi fokus transformasi BRI pada penguatan dana murah (CASA) dan perbaikan kualitas kredit. Strategi tersebut dinilai mampu memperkuat stabilitas pendanaan sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan.
Komitmen BRI terhadap keuangan berkelanjutan juga menjadi perhatian. Pada Juni 2025, BRI menerbitkan sustainable social bond senilai Rp5 triliun sebagai tahap awal dari penawaran umum berkelanjutan Rp20 triliun. Obligasi tersebut mengalami oversubscription 1,31 kali dengan total komitmen investor Rp6,57 triliun, dan dialokasikan untuk proyek berdampak sosial, mulai dari infrastruktur dasar, perumahan, penciptaan lapangan kerja, hingga pembiayaan usaha mikro.
Di bidang teknologi, The Banker menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan melalui BRIBrain untuk mendukung tim pemasaran, pengembangan BRImo Voice Assistant sebagai fitur conversational banking, serta inisiatif BRIAPI untuk memperluas ekosistem layanan digital. (mse/r)
Editor : Hanif