Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perak atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi? Simak Penjelasan dan Risikonya

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 2 Februari 2026 | 13:00 WIB

Emas dan perak menunjukkan tren harga yang menggembirakan.
Emas dan perak menunjukkan tren harga yang menggembirakan.

PONTIANAK POST - Emas selama ini dikenal sebagai primadona investasi logam mulia. Namun, di tengah fluktuasi harga dan meningkatnya minat investor ritel, perak mulai dilirik sebagai alternatif yang tak kalah menjanjikan.

Melansir Sahabat Pegadaian, lantas, di antara perak dan emas, mana yang sebenarnya lebih menguntungkan untuk investasi? Simak penjelasan dan perbandingannya berikut ini.

Baca Juga: Harga Emas Masih Bersinar, Analis Nilai Penurunan Tak Akan Curam

Stabilitas dan Perkembangan Nilai

Dari sisi stabilitas, emas masih memegang reputasi sebagai investasi paling ‘tenang’.

Harganya relatif tahan terhadap gejolak pasar, sehingga kerap disebut sebagai aset safe haven yang nilainya cenderung naik dalam jangka panjang, terutama ketika ekonomi global sedang diliputi ketidakpastian.

Berbeda dengan emas, perak dikenal jauh lebih dinamis. Pergerakan harganya bisa melonjak atau merosot tajam dalam waktu singkat.

Hal ini tak lepas dari peran ganda perak yang bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga bahan penting dalam industri elektronik dan energi terbarukan.

Meski lebih berisiko, volatilitas tersebut justru membuka peluang keuntungan yang lebih besar bagi investor yang berani dan siap menghadapi naik-turun pasar.

Harga Pembelian dan Investasi Minimum

Dari sisi harga, emas jelas berada di kelas premium. Nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan perak, sehingga membutuhkan modal awal yang relatif lebih besar.

Sebagai ilustrasi, per 10 November 2025, harga emas berada di kisaran Rp2.295.000 per gram, sementara perak hanya sekitar Rp26.173 per gram.

Kesenjangan harga yang cukup lebar ini membuat perak tampil sebagai opsi yang lebih ramah kantong, terutama bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus merogoh dana besar.

Meski demikian, emas tetap bisa diakses oleh masyarakat dengan modal terbatas. Saat ini, pembelian emas dapat dilakukan dalam ukuran kecil, bahkan mulai dari 0,01 gram, sehingga investasi logam mulia tetap terbuka bagi berbagai kalangan.

Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Merosot, Ini Update Terbarunya

Likuiditas atau Kemudahan Jual Beli

Dari sisi likuiditas, emas masih unggul jauh dibandingkan perak. Logam mulia ini sangat mudah diperjualbelikan melalui berbagai saluran, mulai dari lembaga keuangan, toko perhiasan, hingga platform digital.

Kapan pun dibutuhkan, emas relatif cepat dicairkan menjadi uang tunai. Tak hanya itu, selisih antara harga beli dan harga jual (spread) emas juga cenderung tipis, sehingga nilai jualnya tetap kompetitif dan tidak banyak tergerus.

Sebaliknya, perak bermain di pasar yang lebih sempit dengan tingkat permintaan yang belum setinggi emas.

Akibatnya, proses penjualan kembali perak kerap memerlukan waktu lebih lama, disertai selisih harga beli dan jual yang relatif lebih besar.

Baca Juga: Mulai Investasi Emas Hari Ini, Berikut Keuntungan Jangka Panjang yang Bisa Kamu Nikmati

Penyimpanan dan Kepraktisan

Dalam hal penyimpanan, emas menawarkan kepraktisan yang sulit ditandingi. Dengan nilai tinggi dalam volume yang relatif kecil, emas mudah disimpan tanpa memakan banyak ruang.

Sebagai gambaran, satu kilogram emas bisa bernilai hingga miliaran rupiah dan cukup disimpan aman di ruang terbatas, seperti safe deposit box.

Berbeda dengan emas, perak membutuhkan ruang lebih besar untuk nilai investasi yang setara. Harganya yang lebih rendah membuat volume fisik perak menjadi lebih banyak, sehingga penyimpanannya pun kurang praktis.

Tak hanya itu, perak juga lebih sensitif terhadap lingkungan. Jika tidak dirawat dengan baik, logam ini rentan mengalami oksidasi atau perubahan warna, sehingga memerlukan perhatian ekstra dalam penyimpanan dan perawatannya.

Baca Juga: Tindak Tegas PETI di Sungai Tekudum, Polsek Mentebah Musnahkan Dua Alat Tambang Emas Ilegal

Potensi Keuntungan

Dari sisi potensi keuntungan, emas dikenal menawarkan pertumbuhan nilai yang relatif stabil. Rata-rata kenaikannya berada di kisaran 8–10 persen per tahun, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang mengutamakan keamanan.

Tak hanya itu, emas juga berperan sebagai pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi, karena harganya cenderung ikut naik ketika daya beli uang melemah.

Di sisi lain, perak menyimpan potensi keuntungan yang lebih agresif dalam kondisi tertentu, terutama saat permintaan dari sektor industri, seperti elektronik dan energi terbarukan, mengalami lonjakan.

Namun, peluang cuan yang besar ini datang bersama risiko yang tak kalah tinggi. Pergerakan harga perak bisa sangat tajam, baik naik maupun turun, dalam waktu singkat.

Karena karakter tersebut, investasi perak lebih cocok bagi investor yang membidik keuntungan jangka pendek dan siap menghadapi volatilitas pasar yang tinggi. (*)

Editor : Miftahul Khair
#pemula #perak #investasi #menguntungkan #risiko #emas #kelebihan