PONTIANAK POST - Dana Pihak Ketiga (DPK) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tercatat tumbuh 7,4 persen secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.467 triliun, Hingga periode terbaru. Seiring penguatan dana murah tersebut, biaya dana atau cost of fund DPK juga membaik menjadi 2,9 persen, turun dari 3,1 persen pada akhir 2024.
Penguatan struktur pendanaan tersebut tidak terlepas dari transformasi yang tengah dijalankan BRI melalui inisiatif BRIVolution Reignite, yang salah satu fokusnya adalah memperkuat basis dana murah atau current account saving account (CASA). Hasilnya, porsi CASA BRI kini mencapai 70,6 persen dari total DPK.
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, mengatakan penguatan dana murah menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dana pihak ketiga sekaligus memperluas basis nasabah.
“Program ini kami rancang untuk menghadirkan pengalaman yang menarik bagi nasabah baru, sekaligus mendorong kebiasaan menabung dan pemanfaatan layanan digital sejak awal. Dengan demikian, pertumbuhan dana yang tercipta tidak hanya meningkat secara nominal, tetapi juga didukung oleh nasabah yang aktif dan engaged,” ujarnya, Selasa pagi.
Sejalan dengan strategi tersebut, BRI meluncurkan program BRI Tabungan Mystery Box yang berlangsung pada 2 Maret hingga 30 Juni 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi nasabah baru untuk mendapatkan hadiah melalui mystery box yang berisi berbagai bentuk apresiasi, seperti cashback, voucher belanja, kartu uang elektronik BRIZZI, hingga tabungan emas.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BRI untuk mendorong kebiasaan menabung serta memperluas penggunaan layanan perbankan digital di kalangan nasabah baru.
Untuk mengikuti program ini, nasabah baru perlu melakukan setoran awal minimal Rp10 juta yang akan ditahan selama tiga bulan, mengaktifkan aplikasi BRImo dan kartu debit BRI, serta memastikan dana yang disetorkan berasal dari fresh fund atau dana baru.
BRI menyediakan lebih dari 1.000 kuota hadiah dalam program tersebut. Melalui berbagai inisiatif tersebut, perseroan berharap dapat terus memperkuat basis pendanaan sekaligus memperluas inklusi keuangan di Indonesia. (mse/r)
Editor : Hanif