Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Bahan Pokok Naik Bikin UMKM Pontianak Panik dan Terancam Kurangi Keuntungan

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 21 April 2026 | 08:48 WIB
Ilustrasi UMKM.
Ilustrasi UMKM.

PONTIANAK POST - Kenaikan harga kebutuhan pokok kini mulai berimbas pada usaha UMKM di Kota Pontianak. Salah satunya dikeluhkan Elin, pelaku usaha kue kering di Kota Pontianak.

Dia mengutarakan jika kondisi saat ini, hampir semua kebutuhan pokok untuk membuat kue mengalami kenaikan. Mulai dari tepung, telur sampai bahan baku plastik sebagai wadah kue dari produknya. “Yang terakhir ini harga gas juga naik,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Senin (20/4).

Saat ini, dia memiliki enam karyawan. Dengan harga kebutuhan untuk membuat kue yang mengalami kenaikan, membuatnya semakin dilema. Dia khawatir jika harga kue naik, justru akan membuat pelanggan beralih. Makanya, untuk saat ini dia masih memending untuk menaikkan harga produknya.

Tetapi ke depan, kenaikan harga jual produk kuenya mau tak mau akan dilakukan. Sebab jika tetap dengan harga lama, akan memberatkan biaya produksi. Selain berat untuk biaya bahan pokok. Biaya listrik air juga bakal meningkat.

Baca Juga: Jelang Pertandingan Brighton vs Chelsea: Menang atau Sayonara Liga Champions

Dari informasi pemilik toko bahan baku kue, kenaikan ini akan terjadi secara bertahap. Seperti harga kue kiloan, yang sebelumnya dipatok Rp170 ribu mungkin akan naik Rp180 ribu perkilonya.

“Kalau untuk kemasan dalam toples belum ada saya naikkan,”ujarnya.

Dengan kondisi perekonomian yang serba naik, paling tidak usahanya masih bisa tetap bertahan. Paling pentingnya lagi, enam karyawannya masih tetap bekerja di sini.

“Ini yang membuat saya dilema, satu sisi bahan pokok naik, satu sisi lagi jika harga produk tidak naik, maka keuntungan makin tipis. Bagaimana saya bisa membayar gaji karyawan,” keluhnya.

Keluhan lain dirasakannya, semenjak ada program Makan Bergizi Gratis. Kata dia, dulu sebelum program ini berjalan, harga bahan pokok di pasar masih bisa fluktuatif. Ketika hasil tengah banyak maka harga bisa turun. Ketika barangnya sedikit akan naik. Ini memang hukum ekonomi.

Baca Juga: Jelang Pertandingan Brighton vs Chelsea: Menang atau Sayonara Liga Champions

Namun semenjak ada MBG, harga justru semakin naik. Contoh harga telur dulu satu butir bisa Rp 1.500. Kalau sekarang tidak dapat segitu. Harga telur paling murah di Rp2.000. UMKM mesti pintar-pintar untuk menjalankan usahanya. Kalau tidak bisa-bisa tidak balik modal dan tutup usaha ini.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, kenaikan BBM tetap akan berimbas pada kenaikan harga bahan pokok. Memang, kata dia, pertalite tidak mengalami kenaikan, tetapi jenis BBM lain mengalami kenaikan.

Ketika pengangkutan bahan pokok ini menggunakan BBM selain pertalite maka ini akan berpengaruh pada ongkos pengiriman. Alhasil harga bahan pokok juga berimbas naik di pasar. Seperti kantong plastik sudah naik.

Untuk penghematan penggunaan plastik, dia pun menganjurkan untuk masyarakat membawa wadah ketika belanja ke pasar tradisional. Seperti penggunaan tempat yang bisa dipakai berulang.

Untuk bahan pokok yang mengalami kenaikan ini, memang tidak bisa dihindari. Imbasnya pasti akan kemana-mana. Kebutuhan biaya hidup akan meningkat. Sementara penghasilan masyarakat tidak mengalami kenaikan. Efeknya akan mengenai banyak sektor. Mulai dari ketenagakerjaan, sosial, pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga: Kemenag Kalbar Dorong Madrasah Jadi Sekolah Siaga Kependudukan untuk Generasi Masa Depan

“Ini memang menjadi tantangan Pemerintah. Upayanya saat ini, bagaimana usaha masih bisa tetap berjalan, di tengah kondisi harga bahan pokok naik. Untuk menjaga ini, sekarang dari kita untuk kita. Kita beli produk UMKM kemudian manfaat ekonomi bisa dirasa oleh pelaku UMKM. Selama ini memang UMKM jadi tulang punggung perekonomian di Pontianak,” katanya.

Sedangkan pengusaha pastinya juga telah mengambil ancang-ancang dengan melihat imbas dari kenaikan harga bahan pokok ini.(iza)

Editor : Hanif
#kenaikan harga #UMKM #Pelaku Usaha #bahan pokok