Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harga Kondom Naik Imbas Perang Iran: Bahan Baku Langka, Biaya Melejit

Uray Ronald • Rabu, 22 April 2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi - kondom.(Freepik)
Ilustrasi - kondom.(Freepik)

 

PONTIANAK POST – Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini mulai menyasar kebutuhan privasi konsumen. 

Karex, produsen kondom terbesar di dunia, berencana menaikkan harga produknya hingga 30 persen atau lebih jika konflik terus berlanjut.

Dilansir BBC, CEO Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa biaya produksi melonjak tajam sejak konflik pecah. 

Perusahaan asal Malaysia ini merupakan pemasok utama merek global seperti Durex dan Trojan, dengan produksi mencapai 5 miliar kondom per tahun.

Penyebab Utama Kenaikan Harga Kondom

Terganggunya pasokan minyak global menjadi pemicu utama krisis ini. Ancaman Iran di Selat Hormuz telah melumpuhkan jalur perdagangan yang mengangkut seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia.

Karex sangat bergantung pada material turunan minyak bumi, seperti:

Selain bahan baku, biaya pengiriman yang tinggi dan keterlambatan logistik turut memperparah kelangkaan di pasar global.

Baca Juga: Dampak Perang Iran-Israel: Lebih 1.000 Rumah di Tel Aviv Rusak Parah dan Tak Layak Huni

Permintaan Kondom Justru Melonjak di Masa Perang

Menariknya, Goh mencatat adanya kenaikan permintaan kondom sebesar 30 persen tahun ini.

Menurutnya, ketidakpastian ekonomi di masa perang membuat orang lebih memilih untuk menunda memiliki anak.

"Di masa sulit, kebutuhan kondom meningkat karena orang tidak yakin dengan masa depan mereka," ujar Goh. 

Ia menambahkan bahwa menambah beban keluarga di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil adalah risiko besar bagi masyarakat.

Baca Juga: Pengamat Sebut Dampak Perang Iran–AS-Israel Mulai Picu Keresahan Sosial, Negara Mesti Cermat Ambil Kebijakan

Efek Domino Perang terhadap Barang Konsumen

Kenaikan harga kondom hanyalah puncak gunung es dari dampak perang ini. Selain pasar energi, konflik ini telah memicu lonjakan harga di berbagai sektor. 

Harga tiket pesawat ekonomi naik rata-rata 24 persen. Di bidang industri dan teknologi, kelangkaan helium mengganggu pembuatan chip komputer.

Di bidang pangan, PBB memperingatkan kenaikan harga gula, susu, dan buah-buahan akibat ongkos angkut yang mahal.

Hingga saat ini, kelanjutan perundingan damai antara AS dan Iran masih belum menemui titik terang, meskipun Presiden Donald Trump telah memperpanjang gencatan senjata sementara.*

 

Editor : Uray Ronald
#Perang Iran #Harga kondom naik #Karex #Dampak ekonomi perang. #selat hormuz