Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hadapi Kemarau 2026, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Genjot Tanam Serentak di 38 Daerah Jatim, Target LTT Naik 2 Kali Lipat

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 24 April 2026 | 19:11 WIB
Kementerian Pertanian menggenjot percepatan tanam serentak di 38 daerah Jawa Timur sebagai langkah strategis menghadapi kemarau 2026. Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) hingga 3,4% dalam satu hari guna menjaga ketahanan dan stok pangan nasional tetap aman.
Kementerian Pertanian menggenjot percepatan tanam serentak di 38 daerah Jawa Timur sebagai langkah strategis menghadapi kemarau 2026. Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) hingga 3,4% dalam satu hari guna menjaga ketahanan dan stok pangan nasional tetap aman.

 

PONTIANAK POST - Ancaman kemarau 2026 mulai diantisipasi serius. Kementerian Pertanian Republik Indonesia langsung tancap gas dengan menggelar tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, demi menjaga stok pangan nasional tetap aman.

Langkah ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah menargetkan lonjakan luas tambah tanam (LTT) hingga 3,4% dalam satu hari — bahkan disebut dua kali lipat dari capaian hari sebelumnya.

 

Kenapa Ini Penting?

Indonesia tengah menghadapi potensi tekanan iklim akibat fenomena El Niño yang diprediksi memuncak pada pertengahan 2026. Dampaknya bisa langsung terasa pada produksi pangan.

Namun data terbaru justru menunjukkan tren positif:

Artinya, percepatan tanam jadi kunci menjaga momentum ini.

 

Gerakan Besar dari Ngawi

Program ini dipusatkan di Kabupaten Ngawi, salah satu lumbung padi unggulan di Jawa Timur.

Menurut Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, gerakan ini bukan simbolik:

“Ini harus berdampak nyata. Kita ingin Jawa Timur tidak hanya nomor satu, tapi juga hasilnya meningkat.”

Pendekatan yang dilakukan meliputi:

 

Teknologi Ikut Turun Sawah

Menariknya, pengawasan hama kini tidak lagi manual.

Melalui sistem digital SIFORTUNA, pemerintah bisa:

Sistem ini bahkan sudah terhubung dengan dashboard nasional yang digunakan Kantor Staf Presiden untuk pelaporan langsung ke Presiden.

 

Ngawi Makin Moncer

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengungkapkan capaian daerahnya:

Keberhasilan ini didorong oleh:

 

Sawah Bersholawat, Sentuhan Spiritual Petani

Uniknya, program ini juga mengusung pendekatan spiritual lewat tema “Sawah Bersholawat”.

Perwakilan Nahdlatul Ulama menegaskan:

Petani adalah “gudangnya negara” — profesi mulia yang menopang bangsa.

Pendekatan ini juga menyoroti:

 

Pesan Tegas Menteri Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan:

“Swasembada pangan adalah kebutuhan bangsa yang tidak bisa ditunda.”

 

Kesimpulan

Dengan ancaman kemarau dan El Nino di depan mata, strategi percepatan tanam ini jadi langkah krusial.

Kuncinya jelas: cepat, serentak, dan berbasis teknologi.

Jika berhasil, bukan hanya Jawa Timur yang diuntungkan — tapi ketahanan pangan Indonesia secara keseluruhan. (ars)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#tanam serentak #target ltt #jawa timur #kemarahan #kementerian pertanian