Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dari Pelabuhan Kijing, Kalbar Dorong Ekspor dan Hilirisasi Nasional via PTP Nonpetikemas

Meidy Khadafi • Jumat, 24 April 2026 | 22:51 WIB
Pelabuhan Kijing
Pelabuhan Kijing

 

PONTIANAK POST - Deru crane tak pernah benar-benar berhenti di pesisir Kijing. Di antara bongkar muat bauksit dan lalu lintas kapal besar, pelabuhan ini pelan tapi pasti mengubah wajah ekonomi Kalimantan Barat—dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi simpul penting rantai pasok nasional.

Pelabuhan bukan lagi sekadar tempat kapal bersandar. Di Terminal Kijing, Mempawah, arah pembangunan ekonomi Kalbar dipertaruhkan.

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak melalui Terminal Kijing terus memperkuat perannya sebagai simpul strategis dalam mendukung kelancaran rantai pasok sekaligus mendorong ekspor komoditas unggulan Kalimantan Barat.

Sejak mulai dikelola pada Agustus 2022, Terminal Kijing berkembang menjadi tulang punggung pelayanan kargo nonpetikemas di Kalbar.

 Pertumbuhan kinerja operasionalnya menunjukkan tren positif, ditandai dengan meningkatnya volume throughput serta aktivitas logistik di kawasan tersebut.

Keunggulan geografis menjadi salah satu kunci. Berdekatan dengan jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Terminal Kijing berada pada posisi strategis untuk memperkuat konektivitas logistik global, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas daerah—terutama dari sektor perkebunan dan pertambangan.

Bongkar muat di Pelabuhan Kijing
Bongkar muat di Pelabuhan Kijing

 

Terus Menggeliat

Pada April 2026, aktivitas logistik kembali bergeliat. Kapal tongkang BG Bahari 30073 tercatat melakukan bongkar muat bauksit sebanyak sekitar 6.530 ton.

Aktivitas ini menjadi bagian dari rantai pasok industri mineral, khususnya dalam mendukung kebutuhan bahan baku hilirisasi aluminium di Indonesia.

Terminal Kijing kini mampu melayani kapal berkapasitas hingga 100.000 DWT, dengan kemampuan sandar lebih dari 15 kapal secara simultan.

Peningkatan kapasitas ini diperkuat melalui optimalisasi peralatan bongkar muat, termasuk relokasi harbour mobile crane, hopper, grab, dan bucket guna mempercepat serta mengefisienkan proses operasional.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, Suwanda, menyebut Terminal Kijing telah menjelma sebagai urat nadi baru ekonomi Kalimantan Barat.

“Terminal Kijing tidak hanya mendukung kelancaran arus barang, tetapi juga memperkuat ekosistem logistik nasional. Kami terus mendorong optimalisasi layanan untuk mendukung ekspor komoditas unggulan serta menjaga ketahanan rantai pasok,” ujarnya.

Kinerja operasional triwulan I 2026 memperlihatkan dinamika yang signifikan. Total throughput mencapai sekitar 1,5 juta ton, dengan kontribusi terbesar dari curah kering sebesar 845 ribu ton dan curah cair 662 ribu ton. Penyerapan terhadap target bahkan melampaui ekspektasi—curah kering mencapai 223 persen dan curah cair 168 persen.

Komoditas strategis seperti bauksit, batubara, dan alumina masih mendominasi arus barang. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam rantai pasok industri nasional, terutama dalam agenda hilirisasi sumber daya alam.

Peran Terminal Kijing juga semakin krusial dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk distribusi material untuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).

Kehadiran pelabuhan ini mempercepat arus logistik proyek industri besar sekaligus memperkuat posisi Kalbar sebagai pusat pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

 

Digitalisasi jadi Kunci

Transformasi digital turut menjadi fokus. PTP Nonpetikemas mengimplementasikan PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose), sistem terintegrasi yang memungkinkan perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan bongkar muat secara real-time. Langkah ini mendorong efisiensi sekaligus standarisasi layanan pelabuhan.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang andal, aman, dan efisien. Terminal Kijing akan terus kami dorong sebagai hub logistik utama di Kalimantan Barat,” tegas Suwanda.

Tak hanya berorientasi pada operasional, PTP Nonpetikemas juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

 Fokusnya pada pengembangan sumber daya manusia lokal melalui pelatihan, edukasi, dan sertifikasi tenaga kerja guna meningkatkan kompetensi serta keselamatan kerja.

Dengan penguatan infrastruktur, peningkatan layanan, serta integrasi sistem logistik, Terminal Kijing diproyeksikan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Lebih dari itu, pelabuhan ini menjadi pintu masuk bagi transformasi besar—menghubungkan sumber daya alam daerah dengan industri nasional dan pasar global. (Meidy Khadai)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#PTP Nonpetikemas #pelabuhan kijing #kalbar #terminal #pontianak