PONTIANAK POST - Memiliki banyak rekening bank sering dianggap memudahkan pengelolaan keuangan.
Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, justru bisa membuat kondisi finansial semakin rumit dan tidak terkontrol.
Menurut Rista Zwestika, perencana keuangan yang juga Duta Literasi Keuangan Syariah OJK, langkah awal yang perlu dilakukan jika sudah terlanjur memiliki banyak rekening adalah melakukan audit sederhana.
Setiap akun perlu dicatat dan dicek statusnya, apakah masih aktif atau sudah dormant. Rekening yang tidak lagi digunakan sebaiknya segera ditutup.
Baca Juga: Hati-Hati Rekening Tidak Aktif, Biaya Diam-Diam Bisa Menguras Tabungan
Proses ini kini semakin mudah karena banyak bank menyediakan fitur penutupan akun melalui aplikasi. Dengan begitu, nasabah tidak perlu repot datang ke kantor cabang.
"Setelah itu, evaluasi kembali kebutuhan keuangan pribadi. Jika beberapa fungsi bisa digabung, lakukan saja agar lebih simpel," ucap Rista.
Lebih jauh, Rista menekankan bahwa memiliki banyak rekening bukanlah indikator kesuksesan finansial. Anggapan tersebut masih cukup umum di masyarakat, padahal kondisi sebaliknya justru bisa terjadi.
"Uangmu bisa tersebar ke mana-mana tanpa arah yang jelas. Ujung-ujungnya malah boncos," ujar perempuan kelahiran Lampung itu.
Baca Juga: Tak Perlu Banyak, Empat Rekening Cukup untuk Kunci Keuangan Sehat
Dari sisi pengelolaan, banyaknya rekening juga berpotensi menimbulkan berbagai kendala.
Tidak jarang seseorang lupa kata sandi, kehilangan kartu ATM, atau tidak menyadari bahwa saldo terus berkurang akibat potongan biaya.
Situasi ini tentu menyulitkan, terutama saat dibutuhkan pencatatan keuangan yang rapi.
Baca Juga: LPS Pastikan Rekening Dormant Tidak Disita, Minta Nasabah Tetap Aktif Menabung
Karena itu, kunci utama dalam keuangan pribadi bukan terletak pada jumlah rekening yang dimiliki, melainkan pada cara mengelolanya.
"Dalam keuangan pribadi, bukan seberapa banyak rekening yang dimiliki, tapi seberapa bijak dan disiplin kita menggunakannya. Karena yang bertahan bukan yang paling banyak, melainkan yang paling cermat," lanjutnya.
Dengan pengelolaan yang lebih sederhana dan terarah, kondisi keuangan bisa menjadi lebih mudah dipantau dan dijaga tetap sehat. (*)
Editor : Chairunnisya