Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Keluarga Muda Wajib Tahu Ini Risiko Keuangan Saat Lanjut Studi S2 S3

Chairunnisya • Jumat, 1 Mei 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi pasangan muda bergembira mendapat beasiswa (AI)
Ilustrasi pasangan muda bergembira mendapat beasiswa (AI)

PONTIANAK POST - Melanjutkan studi ke jenjang S-2 atau S-3 kerap menjadi impian banyak keluarga muda.

Namun, di balik ambisi akademik tersebut, ada berbagai pertimbangan penting yang harus dipikirkan matang, terutama soal keuangan, keharmonisan rumah tangga, hingga masa depan anak.

Keinginan melanjutkan pendidikan tidak hanya soal siapa, tetapi juga mengapa dan bagaimana keputusan itu diambil. Banyak keluarga muda dihadapkan pada dilema antara mengejar pendidikan lebih tinggi atau memenuhi kebutuhan lain yang tak kalah penting.

Meski beasiswa sering dianggap sebagai solusi utama, kenyataannya hal itu belum tentu menyelesaikan seluruh persoalan keuangan.

Baca Juga: Beasiswa Anak Muda Berkarya Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Generasi Muda dari Desa

Guru Besar Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Prof Rahmat Setiawan, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan tetap menjadi hal krusial.

’’Beasiswa bukan jaminan aman. Tetap harus mengelola keuangan secara bijak, jangan boros, menyiapkan dana darurat, dan membuat perencanaan detail pemasukan serta pengeluaran,’’ tegas Rahmat, dikutip dari Jawapos.

Dari sisi apa yang harus diprioritaskan, keluarga perlu menentukan skala prioritas sejak awal. Keputusan untuk melanjutkan studi harus dipertimbangkan bersama kebutuhan lain, seperti membeli rumah atau menyiapkan dana pendidikan anak.

Kapan keputusan itu diambil juga menjadi faktor penting. Penentuan prioritas sebaiknya dilakukan sejak awal perencanaan agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Baca Juga: Tips Mengurus TOEFL dan IELTS, Kunci Sukses Raih Beasiswa Impian

Bagaimana menentukan prioritas yang tepat? Rahmat mencontohkan bahwa keputusan setiap keluarga bisa berbeda, tergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing.

’’Bagi seorang dosen muda misalnya, S-3 jelas prioritas utama karena jadi syarat karier. Jadi keputusan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi masing-masing,’’ ujarnya.

Dengan perencanaan matang, pengelolaan keuangan yang bijak, serta kesepakatan bersama dalam keluarga, keputusan melanjutkan studi dapat dijalani tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips beasiswa #pendidikan #beasiswa #pascasarjana #kuliah