Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ini Cara Cerdas Menabung untuk Dana Kuliah Anak Tanpa Beban Berat

Chairunnisya • Senin, 4 Mei 2026 | 19:14 WIB
Ilustrasi menghitung uang (FREEPIK)
Ilustrasi menghitung uang (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Merencanakan pendidikan anak hingga bangku kuliah sering kali menjadi impian sekaligus tantangan bagi banyak orang tua. Di tengah biaya pendidikan yang terus meningkat, persiapan sejak dini menjadi kunci agar keuangan keluarga tetap terjaga.

Anak masuk kuliah adalah momen membanggakan sekaligus penuh tantangan finansial bagi orang tua. Apalagi biaya kuliah terus meningkat. Jika tidak dipersiapkan sejak awal, kondisi ini bisa mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga.

Menurut Prof Dr Rudi Purwono SE MSE, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, perencanaan sejak dini menjadi kunci utama.

’’Orang tua perlu memahami proyeksi biaya masa depan, terutama inflasi pendidikan yang umumnya lebih tinggi dari inflasi umum,’’ jelasnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Orang Indonesia Makin Jarang Menabung, Biaya Pendidikan dan Cuaca Ekstrem Tekan Kemampuan Ekonomi Masyarakat

Langkah paling penting adalah memulai menabung sedini mungkin. Uang yang disisihkan sejak awal akan memiliki waktu lebih lama untuk berkembang lewat efek compound interest (bunga majemuk).

’’Semakin awal persiapan, tambah ringan beban karena uang yang ditabung memiliki kesempatan tumbuh lebih besar,’’ lanjutnya. ’’Meskipun dimulai dari jumlah kecil, konsistensi sangat penting,’’ lanjutnya.

Sebaliknya, jika baru menyiapkan dana saat anak sudah SMA, orang tua harus menyisihkan jumlah lebih besar. Kontribusi bulanan yang dibutuhkan bisa melonjak, bahkan memaksa orang tua mengambil instrumen investasi dengan risiko lebih tinggi.

’’Strateginya harus lebih realistis. Cari peluang beasiswa, maksimalkan sumber pendapatan tambahan, dan pilih instrumen yang relatif aman tapi lebih tinggi imbal hasilnya daripada tabungan biasa,’’ ujarnya.

Baca Juga: Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak

Hitung Biaya dengan Realistis

Selain soal waktu, orang tua juga harus realistis dalam menghitung total biaya kuliah. Bukan hanya SPP dan uang gedung, melainkan juga biaya kos, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan harian lainnya. Semua komponen itu harus diproyeksikan dengan memperhitungkan inflasi.

Rudi memberi contoh sederhana. Jika biaya kuliah Rp 6 juta per bulan ditambah biaya penunjang Rp 5 juta, total Rp 11 juta per bulan atau Rp132 juta per tahun. Dengan inflasi 3 persen, maka dalam 10 tahun biaya bisa mencapai Rp177 juta per tahun.

’’Kalau dikali empat tahun studi, totalnya bisa lebih dari Rp 700 juta. Artinya, tabungan bulanan yang perlu disiapkan sekitar Rp 5,9 juta, itu pun tanpa bunga,’’ paparnya.

Perencanaan yang matang dan konsisten sejak dini akan membantu orang tua menghadapi biaya pendidikan anak tanpa tekanan berlebihan di masa depan. (*)

Editor : Chairunnisya
#pendidikan #biaya pendidikan #kuliah #anak