PONTIANAK POST- Pemerintah meningkatkan sinergi lintas kementerian guna mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif berbasis kawasan.
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, serta Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem melalui pengembangan usaha produktif masyarakat.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pihaknya siap memberikan fasilitasi kepada pelaku usaha kreatif, khususnya dari kelompok masyarakat kurang mampu, agar mampu berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha.
Baca Juga: Kemenlu Pantau Kapal Tanker Iran yang Melintasi Selat Lombok Menuju Riau
"Pegiat ekonomi kreatif semakin berkembang tidak hanya di kota besar tetapi di berbagai desa, kecamatan, dari Sabang sampai Merauke. Mereka semua bertalenta dan kami terus memberikan kesempatan untuk naik kelas," kata Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif di daerah terus dilakukan melalui aktivasi desa kreatif serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak, guna menjadikan sektor ini sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga di wilayah daerah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar menyampaikan optimisme bahwa sinergi antar kementerian akan memperluas peluang kerja bagi masyarakat, sehingga target pengentasan kemiskinan dapat tercapai.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Bupati Kayong Utara Tegaskan Pendidikan Tanpa Diskriminasi dan Inklusif
Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
Rapat tingkat menteri terkait kebijakan ini digelar di kawasan Blok M pada Senin (4/5), sekaligus meninjau langsung praktik ekonomi berbasis kawasan yang dinilai berhasil. Dengan rata-rata kunjungan mencapai 80.000 orang per hari dan perputaran ekonomi sekitar Rp5 miliar, kawasan tersebut dipandang sebagai model yang berpotensi direplikasi di daerah lain. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas